Apa itu Teknik Distressing? Kapan Harus Menggunakannya?

Sudah menguasai berbagai macam teknik finishing yang halus menggunakan cat kayu solid dan pernis? Kini saatnya bagi Anda untuk beralih mempelajari bagaimana teknik yang lebih sulit lagi. Teknik ini juga banyak dipelajari dan seringkali dianggap tidak mudah. 

Teknik yang disebut dengan distress ini akan memperlihatkan tampilan furniture menjadi lebih ‘worn off’ artinya kayu tidak lagi terlihat seperti baru. Kesulitan yang dialami adalah Anda akan bekerja dari kayu baru, lalu bagaimana caranya agar kayu tersebut terlihat usang? 

Perlu banyak latihan dan mengenali apa sebenarnya teknik distressing itu. Mempelajarinya dari dasar akan mempermudah Anda untuk menemukan konsep finishing dalam teknik ini yang benar. 

Pelajari selengkapnya tentang teknik distressing yang berhubungan dengan finishing antik dalam artikel ini. Anda juga akan mengenal produk hingga bagaimana cara penggunaan teknik ini agar berhasil. 

Teknik Distressing dan Finishing Antik 

Distressing dalam seni dekoratif adalah aktivitas untuk membuat sebuah objek tampak lebih tua, memberikan tampilan yang lapuk karena cuaca. Banyak sekali metode yang bisa dilakukan untuk mendapatkan tampilan tersebut. 

Distressing juga dilihat sebagai teknik refinishing yang bertentangan dengan finishing baru dalam artian tradisional. Pada saat melakukan distressing sebuah objek yang baru dengan sengaja dirusak atau dibuat tidak menjadi sempurna. 

Beberapa alat yang biasa digunakan untuk merusak sangat beragam seperti amplas. Sebagai contoh misalnya seorang pengrajin yang menghilangkan sebagian namun tidak semua dari cat. Hasilnya adalah meninggalkan lapisan cat yang tidak sempurna. 

Beberapa lapisan yang tidak sempurna tersebut menjadi hasil finishing dari teknik distressing. Teknik ini menjadi populer untuk hasil finishing seni dekoratif. Seorang seniman akan menggunakan teknik ini untuk mendapatkan hasil rustic, atraktif dan salah satu tampilan dari gaya vintage. 

Hasil finishing akhir yang biasanya melibatkan teknik ini juga disebut sebagai patina. Distressing sendiri dapat diaplikasikan pada baragam permukaan dan material mulai dari kaca, gelas, besi, plastik, batu dan juga cat.  

Furniture yang terbuat dari kayu pinus biasanya yang paling ideal menggunakan teknik ini. Hasil finishing gaya shabby chic juga dibuat dengan teknik distressing dan antik. Teknik ini seringkali diaplikasikan pada gitar elektrik. 

Bagaimana dengan teknik distresing dalam furniture bergaya antik? Membuat furniture berpenampilan antik melibatkan lebih dari teknik distressing. Pada teknik ini, seorang pengrajin ingin memperlihatkan sebuah furniture tampak lebih tua dibandingkan aslinya.

Pada kasus ini maka seorang pengrajin akan menggunakan cat yang memberikan kesan histori lebih kuat seperti faux finish dan crackle finish. Penambahan beberapa akses detail seperti  knob antik pada sebuah laci furniture akan menguatkan kesan antik tersebut. 

Beberapa metode tambahan seperti glaze pada pencampuran warnanya akan memberikan kesan antik. Pada finishing antik akan membutuhkan waktu lebih lama daripada finishing umumnya. 

Banyak langkah yang digunakan untuk mendapatkan sebuah tampilan furniture yang terlihat rusak dan tua. Pada produksi furniture massal sangat biasa untuk menggunakan teknik distressing yang ditambah dengan faux finish. 

Hasil tersebut akan lebih memberikan tampilan natural dimana furniture terlihat rusak dan antik. Teknik pembuatannya akan meliputi kerusakan yang ditimbulkan dari amplas, palu, dan juga scrape. 

Kayu dapat dipukul dengan palu untuk mendapatkan permukaan lebih lunak atau beberapa cekungan. Kayu juga dapat di bleaching atau dicat dengan wood stain dan dicat ulang dengan cat solid untuk tampilan retak. 

Cat yang digunakan untuk kesan antik dan membantu teknik distressing bisa Anda temukan di toko terdekat. Pencampuran stain dan cat solid bisa menjadi alternatif yang mudah dilakukan siapa saja bahkan pemula. 

Lapisan baru di atas permukaan cat lama bisa diaplikasikan dengan busa sehingga menimbulkan efek yang tidak rata. Setelah lapisan cat yang baru tersebut diaplikasikan dan kering maka amplas permukaannya hingga terlihat lapuk. 

Inilah yang bisa Anda dapatkan dengan teknik distressing. Jika dilihat ada beberapa gaya yang bisa dihasilkan seperti vintage, antik hingga shabby chic. 

Produk Cat Mudah untuk Teknik Distressing

Sebuah finishing dengan teknik distressing akan melibatkan jenis produk untuk digunakan. Tidak semua produk cat dapat diaplikasikan dengan mudah bahkan mudah untuk di amplas. Ya, cara paling mudah untuk mengaplikasikan teknik distressing adalah dengan cat yang mudah di amplas. 

Cat tidak boleh terlalu keras namun tetap memiliki ikatan yang baik pada permukaan kayu. Misalnya saja Anda akan mengaplikasikan cat solid dan menciptakan distressing maka lapisan cat tersebut mudah di amplas hingga Anda bisa mendapatkan tampilan warna kayu asli pada bagian tertentu. 

Cat juga tidak boleh mudah mengelupas namun tetap bisa bertahan lama. Memberikan perlindungan pada kayu adalah fungsi utama yang tidak boleh dilewatkan. Lalu jenis cat apakah yang sebaiknya digunakan?

Dalam kasus ini Anda bisa menggunakan cat kayu Bioduco chalk paint. Cat ini adalah jenis cat primer yang memiliki warna solid dan baru pertama kali ada di Indonesia. Cat yang memiliki kerekatan baik pada permukaan kayu sangat dicari dan tetap mudah di amplas untuk mendapatkan hasil distressing. 

Bioduco chalk paint adalah cat yang terbuat dari bahan dasar air. Karena dibuat sebagai primer maka fungsinya tidak jauh beda dengan primer pada umumnya. Namun tetap akan memberikan warna solid seperti cat kayu solid. 

Sebagai primer, Anda akan mendapatkan keuntungan sebagai berikut ini:

  1. Menutup pori kayu. Anda akan mendapatkan cat yang menutup permukaan kayu secara merata. Tidak perlu lagi menambah lapisan lain dan dalam sekali lapisan cat Anda sudah bisa menyelesaikan lapisan pertama dengan cepat. 
  2. Memperbaiki cacat warna. Cat akan menutup cacat warna asli kayu seperti blue stain. Anda tidak perlu lagi melakukan bleaching atau menggunakan pemutih kayu berbahaya hanya untuk menghilangkan cacat warna pada kayu. 
  3. Warna solid yang tahan lama. Sebagai cat primer, Bioduco chalk paint akan memberikan warna terbaik yang tahan lama. Anda akan mendapatkan warna kayu yang tahan lama dan tetap segar seperti ketika pertama kali mengaplikasikan. 

Fitur sebagai cat primer membuat Anda mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Pertama dalam hal menutup warna dan memberikan ketajaman warna. Nah jika dilihat dari segi chalk paint, Bioduco akan memberikan keuntungan yang lain. 

Beberapa keuntungan lain tersebut adalah sebagai berikut ini:

  • Aman

Siapa yang ingin menggunakan cat mengandung toxic? Demi lingkungan yang lebih aman dan nyaman Anda bisa menggunakan Bioduco chalk paint. Cat yang memiliki kandungan dasar air rendah terhadap kandungan toxic. Jadi Anda tidak perlu khawatir akan pencemaran lingkungan karena menggunakan cat. 

  • Keras namun lentur

Cat yang keras dengan daya rekat tinggi dibutuhkan. Namun disisi lain kayu memiliki sifat yang mudah berubah bentuk. Berubahnya bentuk dari kayu biasanya akan menimbulkan retak pada cat. Kini tidak lagi, cat Bioduco chalk paint memiliki kelenturan yang tinggi sehingga tidak akan membuat retakan. 

  • Proses aplikasi yang cepat

Apakah yang Anda cari lagi dari sebuah cat? Tentu saja proses aplikasi yang sangat cepat. Anda akan hemat waktu jika menemukan jenis cat ini dan tentunya terdapat pada Bioduco chalk paint. Cat akan memberikan hasil finishing yang cepat kering dan mudah di amplas. 

  • Tampilan sempurna

Daya tutup yang baik dibantu dengan tidak mudah sagging atau menetes ketika diaplikasikan akan menyempurnakan hasil finishing Anda. Tentu saja untuk mendapatkan hasil ini Anda harus membuat larutan antara cat dan air seusai yang dibutuhkan. 

Cara Menggunakan Bioduco Chalk Paint dengan Teknik Distressing

Saatnya untuk Anda menggunakan teknik distressing. Dibantu dengan Bioduco chalk paint Anda akan dengan mudah menyelesaikan satu proyek finishing furniture. Kesan antik, vintage, dan shabby chic ditentukan dari persiapan furniture. 

Persiapan furniture yang tepat dan mudah adalah permukaan rata. Artinya Anda akan mempersiapkan dari pengamplas. Mulailah dengan mengamplas permukaan furniture kayu dengan amplas sesuai dengan tingkat kasar permukaan. 

Jika kayu terasa sangat kasar sebaiknya mulai dengan amplas nomor 80 atau 100. Namun jika permukaan sudah terasa halus Anda bisa memulai dengan amplas 150. Lakukan pengamplasan hingga permukaan menjadi halus dan berhenti dengan amplas 220. Jadi pastikan Anda mengganti kertas amplas secara berkala dan ganti nomor berurutan. 

Jangan lupa untuk membersihkan permukaan kayu dengan kain katun yang bersih dan kering. Hilangkan semua debu amplas hingga pada bagian yang sangat halus. Debu hanya akan menghalangi untuk menghasilkan permukaan halus. 

Pilih warna chalk paint yang Anda inginkan dan hasil finishingnya. Apakah Anda ingin mendapatkan hasil finishing berpenampilan mengkilap atau tidak. Jika iya maka sebaiknya pilih top coat glossy.

Anda bisa menggunakan Bioduco top coat gloss, untuk hasil tersebut. Jika semua bahan sudah disiapkan saatnya untuk melakukan finishing melalui cara berikut ini:

  • Campurkan Bioduco chalk paint dengan air. Dapatkan larutan yang tidak terlalu kental atau cair. Anda bisa menggunakan perbandingan 2 bahan : 1 air. Aduk merata.
  • Kuaskan chalk paint ke seluruh permukaan hingga rata. Lakukan dengan satu sapuan kuas yang panjang. Jika warna masih belum menutup kayu asli maka Anda bisa mengaplikasikan dua lapisan. 
  • Sebelum mengaplikasikan lapisan kedua, tunggu kering lapisan pertama kemudian amplas halus dengan amplas 400. Bersihkan debu amplas baru ulangi aplikasi sekali lagi. 
  • Saatnya untuk menggunakan teknik distress. Siapkan amplas nomor 180 yang telah dibalutkan dengan balok kayu. Mulailah amplas bagian siku furniture atau bagian yang kira-kira mudah rusak. 
  • Lakukan pengamplasan dengan ditekan hingga Anda melihat sedikit warna asli kayu. Jika semua bagian sudah terlihat tua atau rusak lanjutkan penghalusan dengan menggunakan amplas nomor 320. Terakhir bersihkan debu amplas. 
  • Lapisan terakhir adalah Bioduco gloss, campurkan bahan dengan air hingga mendapatkan larutan tepat. Kuaskan satu arah sama seperti aplikasi chalk paint. Tunggu lapisan terakhir ini mengering selama 24 jam. 

Top coat adalah lapisan terakhir yang berwarna transparan jadi tidak akan mengganggu warna chalk paint di bawahnya. Anda akan mendapatkan hasil warna natural yang tidak berubah karena tahan lama.

Lapisan top coat juga tidak akan berubah warna menjadi menguning karena terbuat dari bahan dasar air. Air akan memberikan tampilan transparan pada furniture di rumah Anda lebih lama. 

Artikel "Finishing Kayu"

About Us

Catkayu.com merupakan web official untuk produk Biovarnish, bahan finishing kayu water based yang aman dan ramah lingkungan.

Biovarnish merupakan bahan finishing kayu berbahan dasar water-based acrylic dengan sistem aplikasi oles atau kuas, digunakan untuk finishing kayu interior / exterior seperti interior & eksterior furniture, wood building (gazebo, door, wall, pergola, pagar), toys and craft.

WA: 082219357399

©2015 - 2019 CatKayu.com - All Right Reserved.