Kenapa Biaya Finishing Kayu Mahal? Ternyata Ini Penyebabnya

finishing kayu

Banyak pengrajin mengeluhkan biaya finishing kayu yang semakin mahal. Penyebabnya bukan hanya harga cat. Masih ada faktor lain yang ikut memengaruhi.

Mulai dari pembelian bahan pelarut thinner, salah memilih produk, sampai kesalahan saat aplikasi, semuanya bisa membuat pengeluaran semakin besar. Jika faktor-faktor ini dipahami sejak awal, biaya finishing bisa lebih ditekan sehingga margin keuntungan tetap terjaga.

Berikut beberapa penyebab biaya finishing kayu terasa mahal yang perlu diperhatikan.

1. Harus Membeli Thinner

thinner

Jika memakai cat kayu solvent based, maka harus memakai thinner sebagai pelarut. Artinya, yang dibeli bukan hanya cat kayu, tetapi juga thinner. Kebutuhannya pun biasanya cukup banyak karena thinner juga dipakai untuk membersihkan alat aplikasi.

Baca Juga : Mengenal Cat Kayu Water Based Solusi Hemat Tanpa Thinner

Kebutuhan thinner akan semakin besar jika proses finishing terdiri dari beberapa tahap, seperti dempul, sanding sealer, cat warna, dan clear coat. Jika semua tahap memakai cat solvent, maka semuanya juga membutuhkan thinner.

Inilah yang membuat biaya finishing kayu lebih besar. Saat harga minyak dunia naik, harga thinner biasanya ikut naik karena thinner dibuat dari bahan turunan minyak seperti toluene, xylene, atau benzene.

2. Salah Memilih Dempul atau Wood Filler

Pada finishing natural, kayu yang berpori besar atau memiliki retakan biasanya perlu diperbaiki lebih dulu dengan dempul kayu atau wood filler.

Pemilihan wood filler tidak boleh asal. Setiap produk punya kualitas berbeda. Jika salah memilih, hasil amplasan bisa menggumpal dan boros. Bahan lebih cepat habis dan biaya finishing ikut bertambah.

Jika ingin lebih hemat, Anda bisa menggunakan Biopaint Biovarnish Wood Filler. Serbuk wood filler yang sudah diamplas terasa halus dan masih bisa digunakan lagi untuk proses finishing berikutnya. Dengan begitu, bahan tidak banyak terbuang dan biaya bisa lebih ditekan.

Selain itu, wood filler ini mudah diamplas. Berbeda dengan beberapa wood filler lain yang saat diamplas justru bolot atau menggumpal sehingga sisa amplasnya tidak bisa digunakan kembali.

Biopaint Biovarnish Wood Filler juga termasuk produk water based. Jika teksturnya terlalu padat, Anda cukup menambahkan sedikit air sampai terasa pas. Jadi, Anda tidak perlu memakai thinner.

3. Cara Aplikasi yang Salah

Selain bahan, cara aplikasi juga ikut menentukan besar kecilnya biaya finishing. Jika campuran tidak pas atau teknik aplikasinya kurang tepat, hasil finishing bisa bermasalah. Akibatnya, bahan terbuang dan pekerjaan harus diulang.

Misalnya, campuran yang terlalu encer membuat lapisan cat sulit menempel dengan baik. Hasilnya bisa turun atau meleleh, terutama pada bidang tegak.

Sebaliknya, campuran yang terlalu kental juga kurang baik. Lapisan cat menjadi sulit diratakan dan permukaan bisa terlihat kasar seperti kulit jeruk.

Saat hasil aplikasi tidak sesuai, permukaan harus diamplas ulang lalu dicat kembali. Proses ini membuat bahan, waktu, dan tenaga terpakai lebih banyak. Karena itu, cara aplikasi yang salah bisa membuat biaya finishing semakin besar.

4. Pengamplasan Kurang Halus

Pengamplasan sering dianggap sepele, padahal tahap ini sangat menentukan kualitas hasil. Sebelum masuk ke tahap finishing, permukaan kayu harus rata, bersih, dan halus. Jika masih ada bekas potongan, serat yang berdiri, atau permukaan yang tidak rata, hasilnya juga akan ikut terlihat kurang rapi.

Pengamplasan memang membutuhkan waktu, tetapi tahap ini penting untuk mengurangi risiko gagal finishing. Jika persiapan sudah rapi sejak awal, hasilnya akan lebih baik dan pekerjaan tidak perlu ada perbaikan.

5. Bau Thinner Membuat Pekerjaan Tidak Nyaman

Pada penggunaan cat solvent based, thinner tidak hanya menambah biaya, tetapi juga membuat proses kerja terasa kurang nyaman. Bau menyengat bisa membuat pusing, mual, iritasi kulit, batuk, atau gangguan saluran pernapasan.

Saat kondisi kerja tidak nyaman, konsentrasi ikut menurun. Akibatnya, campuran bisa meleset, aplikasi kurang rapi, dan hasil finishing lebih berisiko bermasalah. Jika hasilnya gagal, pekerjaan pun harus diulang.

Selain itu, thinner juga termasuk bahan yang mudah terbakar. Karena itu, penyimpanan dan penggunaannya harus lebih hati-hati.

Gunakan Cat Kayu Water Based agar Lebih Hemat

cara menggunakan plitur kayu

Jika ingin menekan biaya finishing, sebaiknya gunakan cat kayu water based. Cat kayu ini mempunyai keunggulan yang membuatnya lebih hemat seperti:

Tidak perlu membeli thinner

Cat water based menggunakan air sebagai pelarut. Jadi, Anda tidak perlu membeli thinner untuk campuran cat. Hal ini bisa mengurangi pengeluaran.

Alat bisa dibersihkan dengan air

Setelah selesai dipakai, kuas dan alat aplikasi lain cukup dibersihkan dengan air asal tidak ditunda. Prosesnya lebih mudah dan biaya pembersihan alat juga lebih hemat.

Aplikasi lebih nyaman dan aman bagi kesehatan

Cat water based umumnya tidak berbau menyengat seperti thinner. Proses aplikasi jadi lebih nyaman, konsentrasi lebih terjaga, dan lebih aman bagi kesehatan serta keselamatan kerja.

lapisan cat kayu anti air biovarnish

Untuk membantu menekan biaya finishing, Anda bisa menggunakan rangkaian cat kayu water based Biopaint Biovarnish yang tersedia lengkap mulai dari wood filler, sanding sealer, wood stain, hingga clear coat. Seluruh produknya cukup dilarutkan dengan air, sehingga Anda tidak perlu membeli thinner untuk proses pencampuran maupun pembersihan alat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top