You are currently viewing Karakteristik Pohon Oak di Indonesia dan Fakta Uniknya 

Karakteristik Pohon Oak di Indonesia dan Fakta Uniknya 

Pohon oak berasal dari negara dengan udara dingin seperti di belahan bumi bagian utara. Lalu apakah perbedaannya dengan pohon oak di Indonesia yang beriklim tropis?  

Di Indonesia, pohon oak adalah tanaman yang langka karena iklimnya yang tropis. Sebab itulah, sehingga harga kayu oak sangat mahal. Meskipun mahal, kayu oak ternyata punya banyak peminat di Indonesia. 

Karakter Pohon Oak di Indonesia

mengenal karakter pohon oak di Indonesia

Oak tumbuh dengan baik di Eropa dan Amerika. Dengan iklim yang mendukung, bahkan oak bisa di pekarangan rumah. Selain di negara tersebut, oak juga banyak tumbuh di daerah Asia dengan iklim dingin. 

Sebagian besar pohon oak di Indonesia didatangkan dari negara lain. Bentuknya sendiri juga sudah bukan pohon melainkan kayu palet untuk langsung bisa diolah. 

Alasan utamanya adalah pertumbuhan pohon oak yang sulit di iklim tropis. Jika ada pun biasanya hanya di lokasi tertentu saja. Meskipun mahal, kayu ini cukup digemari karena karakteristiknya. 

Seperti apakah karakter pohon oak di Indonesia? 

1. Memiliki Sifat yang Keras dan Kuat 

Sifat utama dari kayu oak adalah keras dan kuat. Tingkat kerasnya sendiri termasuk level 2 yang cocok dijadikan mebel seperti kursi atau meja makan. Kekuatan kayu dari pohon oak juga cukup baik jika dijadikan bahan baku mebel. 

Kayu oak bisa bertahan sampai hitungan tahun. Anda mungkin bisa melihat furniture kayu oak dari warisan orang tua. Biasanya kayu oak bersaing dengan kayu mahoni impor. 

2. Jenis Kayu Oak 

Pohon oak terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah kayu oak merah yang memiliki serat kayu lurus dan teratur. Tekstur dari kayu oak merah lebih kasar dan porinya besar, sehingga oak merah cocok untuk finishing dengan warna cokelat gelap. 

Baca Juga :  Harga Cat Kayu Water Based Biovarnish di Indonesia yang Terjangkau

Jenis yang kedua adalah kayu oak putih dan memiliki warna putih kehijauan. Seratnya juga sama yaitu lurus tapi beberapa memiliki lekukan. Berbeda dengan oak merah, kayu oak putih memiliki tingkat keawetan tinggi. 

3. Ketahanan Terhadap Jamur dan Rayap

Sama seperti kayu jati, kayu oak juga tahan terhadap rayap dan jamur. Hal inilah yang membuatnya cocok sebagai mebel di Indonesia. Tingkat kelembaban di Indonesia yang tinggi membuat jamur dan rayap cepat muncul. 

Ketahanan akan jamur dan rayap ini yang menjadikan kayu oak memiliki usia lebih lama. Jika di rumah Anda memiliki banyak rayap dan tingkat kelembaban tinggi maka pilihlah perabotan dari kayu oak. 

4. Kayu Mudah Retak 

Karakter dari kayu oak bukan hanya soal hal positif saja. Ada juga karakter yang jadi kelemahannya yaitu kayu mudah sekali retak. Kelemahan ini membuat para pengrajin harus berhati-hati ketika menangani kayu oak. 

Anda yang bekerja dengan oak tidak boleh menggunakan paku untuk menyambungkan bagian-bagian mebel. Lebih baik untuk mengandalkan lem kayu untuk menyambungkannya. 

5. Kayu Mudah Melengkung 

Kayu oak juga memiliki karakter mudah melengkung apabila dijemur terlalu lama. Perubahan bentuknya ini bisa membuat mebel cepat rusak. Oleh karena itulah mebel dari kayu oak tidak cocok digunakan untuk furniture outdoor. 

Anda paling cocok menggunakannya sebagai furniture indoor. Bisa diolah untuk dining table, tempat tidur atau kebutuhan lainnya. Tidak masalah jika Anda ingin menggunakannya sebagai kabinet kamar mandi, karena cukup tahan air dan kelembaban. 

5 Fakta Menarik Pohon Oak 

Pohon oak yang tingginya mencapai puluhan meter tumbuh di Indonesia

Pohon oak adalah jenis yang langka di Indonesia, Anda tidak akan melihatnya tumbuh di hutan tropis Kalimantan atau Sumatera. Persebarannya hanya ada di Eropa, Amerika dan wilayah Asia yang bercuaca dingin. 

Baca Juga :  5 Jenis Kayu Kalimantan untuk Lantai, Finishing Apa yang Cocok?

Tidak hanya kayunya saja yang banyak dimanfaatkan. Ada berbagai bagian dari pohon oak yang dimanfaatkan oleh manusia. Berdasarkan manfaatnya tersebut, ada banyak sekali fakta unik yang bisa Anda ketahui. 

Apa saja fakta unik dari pohon oak di Indonesia, simak berikut ini. 

1. Bisa Tumbuh Sampai 1.000 Tahun 

Usia pohon jati di Indonesia rata-rata hanya sampai ratusan tahun kemudian dipanen. Bahkan ada juga pohon jati yang dipanen saat mencapai usia 20 tahunan. Berbeda dengan pohon jati, pohon oak bisa tumbuh hingga seribu tahun lamanya. 

Usia pohon yang saat ini sudah dianggap tua adalah 700 tahun ke atas dan bedanya pohon oak akan tetap tumbuh walaupun sudah mencapai usia tersebut. Setelah usianya mencapai seribu tahun, pertumbuhannya akan melambat dan akhirnya mati. 

Saat ini pohon oak paling tua ada di Amerika Serikat tepatnya di John Island, South Carolina. 

2. Tingginya Bisa Mencapai 145 Kaki 

Setinggi apa pohon oak dapat tumbuh? Setiap pohon memiliki ketinggian maksimal. Khusus pohon oak Anda bisa melihatnya sampai 145 kaki setelah mereka berusia lebih dari 700 tahun. 

Tidak hanya tinggi, pohon oak punya akar ynag cukup kuat sehingga kuat dari terpaan angin. Cabang pohon akan melebar sehingga bentuknya menyerupai semak.

3. Tidak Mudah untuk Dibudidayakan 

Siapa sangka pohon yang bisa berusia lebih dari 1.000 tahun ternyata sulit untuk dibudidayakan. Alasan utamanya adalah tidak semua biji pohon oak dapat ditanam dan tumbuh menjadi pohon. 

Jika sebuah pohon oak menghasilkan 1.000 biji maka hanya ada satu biji saja yang dapat tumbuh menjadi pohon baru. Pertumbuhan bijinya pun memakan waktu cukup lama yaitu 50 tahun. 

Baca Juga :  Harga Cat Pernis Terbaru serta Tips Mudah Memilih yang Berkualitas

Sebagian besar biji pohon oak ini justru menjadi makanan dari hewan seperti beruang, babi, burung pelatuk, dll. 

4. Memiliki Ratusan Spesies

Keunikan lain dari pohon oak adalah banyaknya spesies yang ia miliki. Jumlahnya saja mencapai 600 lebih. Jadi masing-masing negara biasanya memiliki spesies pohon oak yang berbeda-beda. 

Contohnya saja di Amerika Serikat, ada sekitar 90 spesies pohon oak yang tumbuh. Sedangkan di Asia, khususnya China terdapat 100 spesies pohon oak. 

5. Pohon yang Ada Sejak Zaman Purba 

Jika melihat pohon oak asli yang sudah mencapai 145 kaki tingginya Anda akan langsung tahu bahwa pohon ini termasuk pohon purba. Diperkirakan pohon oak sudah ada sejak 65 juta tahun yang lalu. 

Mengapa pohon ini tidak punah? Karena bijinya yang tertutup oleh cangkang sangat keras. Bijinya memiliki kandungan asam tannic sehingga jamur pun tidak akan mudah merusaknya. 

Menarik bukan mempelajari pohon oak di Indonesia yang ternyata sangat langka ini. Jika Anda tertarik untuk menggunakan kayu dari pohon oak pastikan untuk mengolahnya dengan benar. 

Selain mahal, jika pengolahannya tepat furniture dari kayu oak pasti akan memperlihatkan tampilan fantastis berkesan mahal.