Mengenal Kayu Rotan, Material Furniture Terbaik dari Indonesia

Jika dikumpulkan, banyak sekali hasil alam dari hutan Indonesia yang bisa diolah menjadi furniture. Tidak melulu selalu harus menggunakan material kayu. Apa saja bahan yang banyak digunakan ini? Misalnya saja seperti bambu, rotan, enceng gondok, anyaman serat alam lainnya.

Di antara berbagai macam jenis material tersebut, rotan adalah bahan yang paling banyak ditemukan. Hasil olahan rotan beragam, ada kerajinan rotan, furniture rotan dan anyaman rotan yang digunakan sebagai tikar atau alat musik tradisional.

Hampir seluruh fungsi dari kayu dapat digantikan dengan rotan kecuali sebagai konstruksi bangunan. Hasil yang paling banyak digantikan adalah furniture. Pengembangan industri pengolahan rotan Indonesia juga didukung oleh Kementerian Perindustrian.

Rotan sendiri merupakan sekelompok tanaman palma yang terdiri dari 600 spesies di seluruh dunia. Nama lain yang dikenal untuk menyebut tanaman ini adalah manila, malacca dan juga manau di berbagai negara lain.

Kebiasaan merambat dikaitkan dengan karakteristik batang kayunya yang fleksibel, yang berasal dari pertumbuhan sekunder, menjadikan rotan sebagai liana daripada kayu asli. Calamoideae juga termasuk pohon-pohon palem seperti Raphia (Raffia) dan Metroxylon (Sagu) dan pohon semak seperti Salacca (Salak). Kebiasaan merambat tidak terbatas pada Calamoideae, tetapi juga telah berevolusi di tiga garis evolusi lainnya suku Cocosea.

Sebagian besar rotan berbeda dari jenis lainnya dalam memiliki batang ramping, diameter 2-5 cm, dengan ruas panjang di antara daun. Juga bukan pohon tetapi berbentuk seperti tanaman anggur, merambat melalui dan di atas vegetasi lainnya.

Rotan juga dangkal mirip dengan bambu. Tidak seperti bambu, batang rotan (“malaka”) padat, dan sebagian besar spesies membutuhkan dukungan struktural dan tidak dapat berdiri sendiri.

Banyak rotan memiliki duri yang berfungsi sebagai pengait untuk membantu merambat tanaman lain, dan untuk mencegah herbivora. Rotan telah diketahui tumbuh hingga ratusan meter. Sebagian besar (70%) dari populasi rotan dunia ada di Indonesia, didistribusikan di antara pulau-pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Sumbawa. Sisa pasokan dunia berasal dari Filipina, Sri Lanka, Malaysia, dan Bangladesh.

Mengenal Kayu Rotan, Material Furniture Terbaik Dari Indonesia

Di hutan di mana rotan tumbuh, nilai ekonominya dapat membantu melindungi lahan hutan, dengan memberikan alternatif bagi penebang yang meninggalkan penebangan kayu dan memanen rotan.

Rotan lebih mudah dipanen, membutuhkan alat yang lebih sederhana dan jauh lebih mudah untuk diangkut. Tanaman ini juga tumbuh jauh lebih cepat daripada kebanyakan kayu tropis. Membuatnya menjadi alat yang potensial dalam pemeliharaan hutan, karena memberikan hasil panen yang menguntungkan dan bergantung pada bukan menggantikan pohon.

Rotan terancam eksploitasi berlebihan, karena pemanen memotong batang terlalu muda dan mengurangi kemampuan mereka untuk tumbuh kembali. Pemanenan rotan yang tidak berkelanjutan dapat menyebabkan degradasi hutan, mempengaruhi keseluruhan jasa ekosistem hutan.

Pemrosesan juga bisa mencemari. Penggunaan bahan kimia beracun dan bensin dalam pengolahan rotan mempengaruhi sumber daya tanah, udara dan air, dan juga kesehatan masyarakat. Sementara itu, metode konvensional produksi rotan mengancam pasokan jangka panjang pabrik, dan pendapatan pekerja.

Rotan banyak digunakan untuk membuat keranjang dan furniture. Saat dipotong-potong, rotan bisa dijadikan kayu untuk membuat furniture. Rotan dapat cat dan dipernis seperti banyak jenis kayu lainnya, sehingga tersedia dalam banyak warna, dan dapat dikerjakan dalam banyak gaya. Inti dalam rotan dapat dipisahkan dan dikerjakan menjadi anyaman.

Umumnya, rotan mentah diolah menjadi beberapa produk untuk dijadikan bahan dalam pembuatan furniture. Berbagai spesies rotan berkisar dari beberapa milimeter hingga 5-7 cm. Dari seutas rotan, kulit biasanya dikupas, untuk dijadikan bahan tenun rotan. “Inti” rotan yang tersisa dapat digunakan untuk berbagai keperluan dalam pembuatan furniture.

Rotan adalah bahan yang sangat baik, terutama karena ringan, tahan lama, cocok untuk penggunaan di luar ruangan, dan, sampai batas tertentu, fleksibel.

Jenis-Jenis Rotan yang Menjadi Bahan Baku Furniture

Mengenal apa itu rotan, bagaimana pengolahannya dan betapa bergunanya kayu rotan dari Indonesia tentu saja ada beberapa jenis rotan yang harus diperhatikan. Jenis ini akan membedakan manakah rotan yang tepat untuk diolah menjadi furniture dan mana yang tidak.

Tidak semua jenis rotan dapat diolah menjadi furniture dan bagus untuk digunakan di luar ruangan. Beberapa jenis rotan ada yang mudah patah karena memang jenisnya yang berbeda. Disisi lain pada pula rotan yang memiliki kelebihan dari segi kelenturannya.

Apabila Anda ingin mengolah rotan sendiri, perhatikan manakah jenis yang seharusnya digunakan dan mana yang tidak. Berikut ini beberapa jenis rotan yang umumnya digunakan untuk pembuatan furniture.

  • Rotan Jernang Besar

Memiliki nama lain Daemonorops draco Blume, rotan ini banyak ditemukan di daerah Sumatera. Warna dari rotan ini adalah coklat kekuningan dengan tampilan yang mengkilap. Ukuran dari rotan bisa memiliki panjang ruas 18-35 cm dengan diameter 12 mm.

  • Rotan Dahanan
Mengenal Kayu Rotan, Material Furniture Terbaik Dari Indonesia

Nama lainnya adalah Korthalsia flagellaris Miq banyak ditemukan didaerah Sumatera dan kalimantan. pertumbuhan dari rotan ini terdapat pada rawa-rawa. Jika sudah siap panen maka panjangnya bisa mencapai 50 meter dengan diameter 15-30 mm. Cukup sulit untuk dipanen karena panjang rotan dan juga pertumbuhannya yang rumpun. Warna dari rotan coklat sebam dan memiliki tekstur yang kasar.

  • Rotan Semambu

memiliki nama lain Calamus scipionum Lour, rotan ini banyak tumbuh di daerah Sumatera dan Kalimantan. Banyak tumbuh di area ketinggian 1000 mdpl. Ketika sudah siap panen maka ukuran diameternya mencapai 30 mm dengan panjang ruas 20-30 cm. Ketika kering warna rotan berubah menjadi coklat kemerahan.

Panjang rotan sendiri bisa mencapai 20 meter. Ukuran diameter yang besar membuat jenis rotan ini hanya cocok digunakan sebagai konstruksi furniture.

  • Rotan Jermasin

Nama latin dari rotan ini adalah Calamus ecojolis Becc. Banyak tumbuh di daerah Sumatera, Sulawesi dan juga Kalimantan. Ukuran dari rotan ini cukup kecil dengan diameternya 6-10 mm dan panjang ruasnya 15-40 cm. Bentuknya sangat kuat dan ulet.

Warna rotan adalah kekuningan dengan tampilan yang mengkilap ketika sudah kering. Karena bentuknya yang kuat maka bagian batang rotan sering dimanfaatkan sebagai furniture.

  • Rotan Buyung

Memiliki nama latin Calamus optimus Becc., rotan ini banyak ditanam di area pinggiran sungai di 100-300 mdpl. Wilayah yang digunakan untuk membudidayakan rotan ini adalah Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera.

Ukuran dari rotan ini bisa mencapai 40 meter dan bentuknya kuat sangat ulet. Diameter batangnya adalah 12-44 mm dan panjang ruas batang adalah 20-30. Mirip dengan rotan Dahanan, pertumbuhan yang rumpun hingga 60 batang membuatnya cukup sulit untuk dipanen.

  • Rotan Mantang

Nama latin dari rotan ini adalah Calamus ornatus Blume dan banyak tumbuh di daerah Kalimantan, Sumatera dan Jawa. Tumbuh di pinggiran sungai dengan ketinggian 100-300 Mdpl khususnya pada tanah berbatu dan berpasir.

Ukuran batangnya adalah diameter 15-40 mm dengan panjang ruas 16-20 cm. Warna rotan sendiri adalah hijau gelap dan berubah menjadi kuningan mengkilap setelah menjadi kering.

  • Rotan Dandan

Memiliki nama latin Calamus schitolantus Blume, rotan ini tersebar di daerah Sumatera dan Kalimantan. Batang rotan yang siap dipanen bisa memiliki diameter 3-6 mm dengan panjang ruasnya 15 cm. Bagian daunnya berbentuk majemuk menyirip dengan ukuran 1 m.

Warna dari rotan yang telah kering adalah kuning mengkilap. Kekuatannya terhadap pada batang rotan yang kuat dan juga ulet.

  • Rotan Inun
Mengenal Kayu Rotan, Material Furniture Terbaik Dari Indonesia

Memiliki nama lain Calamus scabridulus Becc, rotan ini banyak tersebar di daerah SUmatera, Kalimantan dan juga Sulawesi. Panjang ruas rotan mencapai 28-40 cm dan diameternya 6 mm. Ukuran ruas dari rotan yang panjang membuatnya lebih bagus diolah menjadi anyaman.

Maka perlu dipadukan dengan rotan batang untuk membuat kerangka furniture dan menggunakan rotan inun sebagai bagian furniture yang dianyam,

Meningkatkan Daya Jual Furniture Rotan dengan Bahan Finishing

Perlu dilakukan finishing untuk meningkatkan daya jual dari furniture rotan. Tanpa adanya finishing furniture tidak akan memiliki penampilan yang menarik sekaligus perlindungan yang terbaik.

Finishing rotan harus menggunakan bahan cat yang tepat, permukaan rotan cukup licin, namun pada bagian ujungnya terdapat pori yang harus ditutup. Permukaannya berbeda dengan kayu yang memiliki pori lebih banyak.

Finishing rotan bisa menggunakan warna solid atau warna natural, pemilihan ini tergantung dengan selera. Jika Anda ingin menampilkan furniture rotan terlihat alami maka pilihlah finishing yang menggunakan warna natural seperti pernis.

Pernis saja sebenarnya tidak cukup untuk memberikan warna pada furniture rotan lebih tajam. Anda juga membutuhkan aplikasi wood stain yakni warna natural yang diaplikasikan untuk menajamkan serat alam. Biovarnish adalah produk lengkap yang akan memberikan furniture rotan daya jual lebih tinggi.

Produk Biovarnish adalah serangkain cat yang diaplikasikan secara berurutan mulai dari wood filler, wood stain kemudian clear coat yang merupakan pernis kayu. Cat ini terbuat dari bahan air sehingga bagi Anda yang ingin menjaga keamanan lingkungan khususnya dalam ruangan wajib menggunakan Biovarnish.

Perbandingan Cara Mengecat Kursi Kayu Dengan Kuas Dan Semprot

Proses aplikasi Biovarnish dipermudah karena rancangan larutannya diperuntukkan untuk aplikasi kuas. Hasil finishing kuas ini didukung dengan pemilihan alat kuas yaitu kuas berbulu nilon yang halus.

Kuas bulu nilon memiliki peranan penting untuk menghindari tampilannya meninggalkan bekas sapuan kuas. Bagaimana mudahnya aplikasi Biovarnish? Bisa Anda ikuti di bawah ini.

  • Amplas permukaan rotan yang sudah dirakit menjadi furniture. Amplas hingga halus kemudian bersihkan debu amplas.
  • Lanjutkan dengan aplikasi Biovarnish wood filler pada bagian rotan yang berongga. Khususnya bagian ujung, aplikasikan menggunakan pisau palet dan tekan hingga lubang terisi penuh.
  • Tunggu wood filler mengering kemudian lanjutkan dengan pengamplasan.
  • Campurkan Biovarnish wood stain sesuai dengan warna yang Anda inginkan. Lanjutkan dengan proses pengadukan dan penguasan. Kuaskan cat searah saja agar hasilnya rapi.
  • Tunggu lapisan wood stain mengering dengan sendirinya tanpa dijemur. Kemudian lanjutkan dengan pengamplasan ambang dan bersihkan debu amplas.
  • Campurkan Biovarnish clear coat gloss dengan air, aduk rata hingga tidak ada endapan. Lanjutkan dengan penguasan satu arah sama seperti arah aplikasi wood stain.
  • Proses pengeringan lapisan akhir perlu waktu 24 jam atau semalaman. Anda bisa meninggalkan furniture rotan di ruang kerja. Setelah kering Anda akan melihat tampilan furniture rotan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Artikel "Knowledge"

About Us

Catkayu.com merupakan web official untuk produk Biovarnish, bahan finishing kayu water based yang aman dan ramah lingkungan.

Biovarnish merupakan bahan finishing kayu berbahan dasar water-based acrylic dengan sistem aplikasi oles atau kuas, digunakan untuk finishing kayu interior / exterior seperti interior & eksterior furniture, wood building (gazebo, door, wall, pergola, pagar), toys and craft.

WA: 082219357399

©2015 - 2019 CatKayu.com - All Right Reserved.