7 Penyebab Finishing Kayu Orange Peel dan Cara Mengatasinya

Orange peel merupakan salah satu kerusakan finishing kayu yang cukup sering terjadi terutama pada aplikasi semprot. Kerusakan finishing ini ditandai dengan permukaan yang tidak rata dan tampak seperti kulit jeruk. Jika dilihat dari dekat, lapisan cat terlihat bertekstur, bergelombang halus, dan tidak membentuk permukaan yang licin.

Masalah ini umumnya muncul ketika butiran cat yang keluar dari spray gun tidak teratomisasi dengan baik. Akibatnya, bahan finishing tidak menyebar rata di atas permukaan kayu. Kondisi seperti ini tentu sangat mengganggu. Hasil menjadi kurang halus, kualitas tampilan menurun, dan permukaan kayu terlihat kurang rapi.

Baca Juga : Cara Memilih Thinner yang Bagus dan Hemat, Jangan Salah Beli

Orange peel biasanya terjadi bukan hanya karena satu penyebab. Ada beberapa faktor yang saling berkaitan, mulai dari kekentalan bahan, tekanan udara, teknik memegang spray gun, suhu udara, hingga kualitas pengencer yang digunakan. Oleh sebab itu, aplikator perlu memahami penyebabnya agar orange peel dapat dihindari dan hasil semprot lebih halus.

Penyebab Finishing Kayu Orange Peel

Beberapa hal di bawah ini sering menjadi penyebab finishing kayu mengalami orange peel.

1. Viskositas bahan finishing terlalu pekat

Salah satu penyebab utama orange peel adalah viskositas bahan finishing yang tidak tepat. Jika bahan terlalu pekat, cat akan sulit pecah menjadi partikel yang halus ketika disemprotkan. Akibatnya, lapisan yang jatuh ke permukaan kayu menjadi kasar dan tidak bisa leveling dengan sempurna. Inilah yang kemudian membentuk tekstur seperti kulit jeruk pada lapisan finishing.

2. Gerakan spray gun terlalu cepat

Gerakan spray gun yang terlalu cepat juga sering menjadi penyebab orange peel. Banyak orang ingin pekerjaan cepat selesai sehingga tangan digerakkan terlalu cepat saat menyemprot. Padahal, jika gerakan terlalu cepat, lapisan bahan yang menempel ke permukaan menjadi terlalu tipis dan tidak merata. Akibatnya, permukaan gagal membentuk lapisan yang halus.

Gerakan tangan yang terlalu cepat juga membuat distribusi bahan menjadi tidak seimbang. Ada bagian yang tertutup tipis, ada pula bagian yang menerima lapisan berbeda. Hasilnya tentu kurang maksimal.

3. Posisi spray gun tidak tegak lurus

Cara memegang spray gun sangat berpengaruh terhadap hasil finishing. Jika posisi alat miring atau berubah-ubah selama aplikasi, pola semprotan menjadi tidak konsisten. Sebagian area menerima bahan lebih banyak, sedangkan bagian lain menerima bahan lebih sedikit. Ketika distribusi bahan tidak merata, lapisan finishing akan sulit membentuk permukaan yang halus.

4. Jarak spray gun tidak tepat

Jarak spray gun yang tidak tepat juga dapat memicu orange peel. Jika jarak terlalu jauh, partikel cat bisa mengering lebih cepat sebelum mencapai permukaan kayu. Sebaliknya, jika terlalu dekat, bahan bisa menumpuk di satu titik dan tidak menyebar dengan baik.

5. Tekanan udara spray gun tidak sesuai

Tekanan udara spray gun perlu diperhatikan dengan baik. Jika tekanan terlalu rendah, bahan finishing tidak pecah dengan baik sehingga butirannya kasar. Namun jika tekanan terlalu besar, pola semprotan juga bisa menjadi tidak stabil. Tekanan yang tidak sesuai akan membuat atomisasi terganggu dan hasil pengecatan menjadi bertekstur.

6. Suhu udara terlalu rendah atau terlalu tinggi

Suhu udara saat aplikasi juga sering menjadi penyebab yang diabaikan. Bila suhu terlalu rendah, proses pengeringan bahan menjadi lebih lambat. Sebaliknya, bila suhu terlalu tinggi, bahan bisa terlalu cepat mengering sebelum sempat leveling di permukaan kayu.

Kedua kondisi ini sama-sama bisa memicu orange peel. Itulah sebabnya kondisi lingkungan kerja ikut menentukan hasil finishing, terutama pada pekerjaan yang menggunakan metode spray.

7. Kualitas thinner kurang baik

Pada finishing solvent based, kualitas thinner juga berperan penting. Thinner yang kualitasnya kurang baik atau tidak sesuai dengan jenis cat akan membuat hasil pengenceran menjadi tidak optimal. Akibatnya, bahan finishing sulit teratomisasi dengan baik dan lebih mudah menimbulkan kerusakan. Hal ini berbeda dengan cat water based yang cukup menggunakan air sebagai pengencer, sehingga mutu pengencer cenderung lebih stabil dan hemat karena dapat diperoleh secara gratis.

Cara Mengatasi Orange Peel pada Finishing Kayu

Agar hasil finishing lebih halus dan rata, ada beberapa cara yang perlu diperhatikan.

1. Ukur kekentalan bahan dengan viskometer

Untuk mengatasi orange peel, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa kekentalan bahan finishing. Jangan hanya mencampur bahan berdasarkan perkiraan. Gunakan viskometer agar campuran benar-benar sesuai. Jika bahan terlalu pekat, tambahkan pengencer secara tepat sesuai rekomendasi.

Dengan viskositas yang pas, bahan akan lebih mudah teratomisasi dan lapisan finishing bisa membentuk permukaan yang lebih rata. Langkah ini sangat penting karena kekentalan bahan menjadi dasar dari kualitas hasil semprot.

2. Atur gerakan spray gun dengan stabil

Gerakan spray gun harus stabil dan tidak terlalu cepat. Saat menyemprot, tangan sebaiknya bergerak dengan ritme yang konsisten agar lapisan bahan jatuh merata di seluruh permukaan. Jika gerakan terlalu cepat, hasil semprot akan tipis dan mudah memicu tekstur kasar.

Kecepatan gerakan yang stabil membantu pembentukan lapisan lebih seragam. Dengan begitu, permukaan finishing memiliki kesempatan untuk leveling dengan lebih baik.

3. Jaga posisi spray gun tetap tegak lurus

Posisi spray gun harus dijaga tetap tegak lurus terhadap permukaan kayu. Dengan posisi yang benar, pola semprotan akan lebih merata dan distribusi bahan menjadi lebih seimbang. Cara memegang alat yang benar sering terlihat sepele, padahal efeknya cukup berpengaruh.

Jika posisi spray gun terus berubah selama aplikasi, maka lapisan finishing akan sulit rata. Karena itu, aplikator perlu menjaga sudut semprot tetap konsisten.

4. Pertahankan jarak semprot 15 sampai 20 cm

Jarak semprot yang ideal sangat membantu mengurangi risiko orange peel. Jarak sekitar 15 sampai 20 cm dari permukaan kayu sering digunakan untuk menjaga hasil semprotan tetap stabil.

Dengan jarak yang tepat, partikel bahan bisa jatuh ke permukaan dalam kondisi yang lebih sesuai. Lapisan pun akan lebih mudah membentuk film yang rata dan halus.

5. Sesuaikan tekanan udara spray gun

Tekanan udara spray gun sebaiknya dicek sebelum mulai aplikasi. Jangan langsung memakai setelan tinggi tanpa pengujian. Sesuaikan tekanan dengan jenis bahan finishing, ukuran nozzle, dan kebutuhan aplikasi. Jika tekanannya sudah sesuai, atomisasi akan lebih baik dan permukaan hasil semprot bisa lebih halus.

Pengaturan ini sangat penting karena tekanan udara berhubungan langsung dengan bentuk partikel bahan saat keluar dari spray gun. Jika setelannya tepat, risiko orange peel dapat dikurangi.

6. Lakukan uji coba sebelum aplikasi

Sebelum melakukan finishing pada media utama, lakukan uji coba spray gun terlebih dahulu. Test spray ini penting untuk melihat apakah kekentalan bahan, tekanan udara, dan pola semprotan sudah benar. Dengan uji coba ini, kesalahan bisa diketahui lebih awal sebelum merusak permukaan utama yang lebih sulit diperbaiki.

Langkah sederhana ini sering diabaikan padahal sangat membantu. Uji coba lebih baik dilakukan beberapa menit di awal daripada menyesal setelah seluruh permukaan terlanjur kasar.

7. Gunakan pengencer yang tepat

Jika Anda memakai cat solvent based, pilih thinner yang sesuai dengan jenis cat dan berkualitas baik. Jangan asal memakai pengencer karena harganya murah. Pengencer yang tidak cocok justru bisa membuat hasil finishing menurun dan memicu orange peel.

Sementara itu, jika menggunakan cat water based, proses pengenceran menjadi lebih mudah karena cukup memakai air. Penggunaan cat water based lebih aman, hemat biaya, dan lebih terhindar dari risiko orange peel.

Orange peel pada finishing kayu memang sering muncul pada aplikasi spray, tetapi masalah ini tetap bisa dicegah jika proses aplikasi dilakukan dengan baik. Viskositas bahan harus tepat, teknik semprot harus benar, tekanan udara perlu disesuaikan, dan pengencer yang digunakan juga harus tepat. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, permukaan finishing kayu akan lebih rata, halus, dan enak dipandang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top