Indonesia memiliki kekayaan kayu lokal yang luar biasa. Kayu-kayu ini tidak hanya kuat dan awet, tetapi juga mampu mempercantik berbagai furniture di rumah. Jenis kayu yang digunakan sangat memengaruhi tampilan, kenyamanan, dan usia pakai furniture.
Setiap jenis kayu memiliki karakter berbeda, mulai dari warna, pola serat, hingga tekstur permukaannya.
Dalam artikel ini, kami akan membahas 8 jenis kayu lokal Indonesia yang sering digunakan untuk furniture. Masing-masing dipilih karena kekuatan, keindahan, dan daya tahannya, serta dilengkapi tips penggunaan agar furniture tetap awet dan menarik.
Baca Juga: 5 Kayu Tahan Air untuk Furniture Outdoor
1. Kayu Jati

Kayu jati adalah salah satu kayu paling populer di Indonesia. Dikenal karena kekuatan dan daya tahannya, kayu ini sangat cocok digunakan untuk furniture indoor maupun outdoor.
Teksturnya padat dengan pola serat yang indah sehingga terlihat elegan. Kandungan minyak alami pada kayu jati membuatnya lebih tahan terhadap cuaca dan serangan rayap.
Furniture dari kayu jati, seperti meja makan, kursi, atau lemari, dapat bertahan puluhan tahun jika dirawat dengan baik.
Tips perawatan: Lapisi dengan natural oil khusus kayu, setiap beberapa bulan untuk menjaga kilau dan kekuatan seratnya.
2. Kayu Mahoni

Kayu mahoni memiliki warna merah kecoklatan yang menawan dengan tekstur yang relatif halus. Karakter ini membuatnya mudah dibentuk, sehingga sering digunakan untuk furniture dengan detail ukiran.
Meski mudah diolah, kayu mahoni tetap tergolong kayu keras yang kuat dan cukup tahan lama. Karena itu, mahoni banyak dimanfaatkan untuk lemari, meja, dan rak buku. Warna alaminya yang hangat juga memberi nuansa klasik dan elegan pada interior rumah.
Tips Perawatan: Gunakan varnish untuk menambah ketahanan dan memperindah warna alami kayu.
3. Kayu Sonokeling

Kayu sonokeling dikenal dengan warna gelap dan pola seratnya yang kontras. Tampilan ini membuatnya sering dipilih untuk furniture dengan kesan mewah dan eksklusif.
Selain tampilannya yang unik, sonokeling juga cukup tahan terhadap serangan rayap. Furniture seperti meja kopi, kursi aksen, atau kabinet dari kayu ini biasanya menjadi pusat perhatian di dalam ruangan.
Tips perawatan: Bersihkan dengan kain kering secara rutin dan hindari paparan air langsung agar warna tetap terjaga.
4. Kayu Merbau

Merbau merupakan kayu keras yang dikenal tahan air dan cukup awet. Karena karakter tersebut, kayu ini sering digunakan untuk furniture outdoor seperti kursi taman, meja teras, atau decking.
Warna cokelat kemerahan pada kayu merbau memberikan kesan hangat dan natural, cocok dipadukan dengan desain rumah bergaya tropis maupun klasik.
Tips perawatan: Gunakan varnish agar warna kayu tetap stabil dan tidak cepat kusam.
5. Kayu Bangkirai

Kayu bangkirai menjadi pilihan populer untuk furniture luar ruangan karena kekuatannya dan ketahanannya terhadap rayap. Kayu ini memiliki tekstur keras dan serat yang cukup kasar, sehingga cocok untuk furniture yang sering terkena cuaca.
Warna kuning kecokelatan pada bangkirai memberi nuansa natural dan kokoh, sering digunakan untuk pagar, kursi taman, atau lantai kayu outdoor.
Tips perawatan: Bersihkan secara berkala dari debu dan lumut, lalu aplikasikan natural oil atau varnish untuk menjaga daya tahannya.
6. Kayu Cedar (Aras)

Cedar adalah kayu keras berukuran besar, ideal untuk furniture tebal. Motif dan teksturnya menawan, dengan kandungan resin yang mengeluarkan aroma harum sekaligus membantu mengusir rayap. Kayu ini padat, tahan jamur, dan warnanya cokelat kemerahan sehingga mudah difinishing.
Tips perawatan: Hindari kelembapan berlebihan dan lapisi dengan pelapis kayu untuk menjaga aroma dan ketahanan.
7. Kayu Meranti

Kayu meranti ringan, mudah diolah, dan tersedia melimpah. Cocok untuk furniture menengah seperti lemari, meja, dan rak. Meskipun tidak sekeras jati atau merbau, meranti tetap memiliki daya tahan cukup baik jika dirawat dengan baik.
Warna kayu yang cerah membuat furniture tampak lebih modern dan fleksibel untuk berbagai desain interior.
Tips Perawatan: Gunakan pelapis cat atau varnish agar furniture lebih tahan lama.
8. Kayu Sungkai

Sungkai mudah diawetkan dan fleksibel untuk diolah. Kayu ini bisa diserut, dibubut, dibor, dan diamplas dengan baik, sehingga cocok untuk lantai, papan, perkakas, ukiran seni, furniture mewah, dan ornamen rumah. Teksturnya halus tapi kuat, membuat furniture terlihat elegan dan tahan lama.
Tips perawatan: Bersihkan secara rutin dan hindari kelembapan berlebih agar kayu tidak berubah bentuk.
Rekomendasi 8 jenis kayu lokal di atas dapat menjadi panduan untuk memilih furniture yang awet, kuat, dan estetis. Setiap kayu memiliki keunikan dan keunggulan sendiri, jadi pilihlah sesuai kebutuhan, lokasi, dan gaya rumahmu. Jangan lupa lakukan perawatan rutin agar furniture tetap cantik dan tahan lama.
Baca Juga: 5 Kayu Tahan Air untuk Furniture Outdoor
Rekomendasi Untuk Anda
- Produk Wood Stain Liquid Rekomended yang Sering Digunakan di DIY
- Jenis-Jenis Kuas yang Bagus untuk Finishing serta Trik Aplikasinya
- 7 Kesalahan yang Tanpa Sadar Sering Dilakukan saat Finishing Furniture
- Cat Kayu Terbaik yang Harus Digunakan untuk Furniture Indoor
- Mengenal 4 Jenis Kayu Langka yang Ternyata Asalnya dari Indonesia
- Kayu Oak : Karakter, Jenis-Jenis, Fungsi dan Pilihan Finishing
Pilihan Menarik Lainnya
- Apa Kunci Utama Meja Lipat Kayu yang Aman dan Ramah Lingkungan?
- Cat Kayu Terbaik yang Mampu Meningkatkan Nilai Jual Furniture Jepara
- Cara Membuang Limbah Cat Kayu yang Benar setelah Selesai Finishing
- Yuk Kenali 6 Jenis Kayu Solid Mahal dan Finishing Terbaiknya
- Meja Kayu Kecil Nyaman dan Aman untuk Buah Hati Tetap Sehat
- Cat Kayu Terbaik Ini Mengubah Furniture Ukiran Jepara Tampil Mewah
- Apa Itu Chalk Paint? Mengenal Sejarah Hingga Pilihan Merk Terbaik
- Apa Kayu Solid Terbaik yang Diolah untuk Furniture? Ini Jenis-Jenisnya
- Mengenal Cat Politur Kayu yang Cocok untuk Rotan Indonesia Berkualitas
- Furniture Baroque : Ciri-Ciri, Pilihan Kayu dan Finishing yang Tepat
- Penting! Sanding Sealer Biovarnish untuk Finishing Meja Cafe
- Ingin Belajar Mengukir? Pilih Jenis Kayu Ukir Khas Indonesia Ini




