You are currently viewing Furniture Baroque : Ciri-Ciri, Pilihan Kayu dan Finishing yang Tepat

Furniture Baroque : Ciri-Ciri, Pilihan Kayu dan Finishing yang Tepat

Pada saat mendengar kata Furniture Baroque seringkali yang terlintas di benak kita adalah istana mewah yang tidak murah, atau karya seni kayu keagamaan Kristen yang rumit. Gaya Baroque biasanya hadir pada benda seni dan perangkat lainnya termasuk furniture. Selalu memiliki banyak bagian yang rumit dan dianggap sebagai karya seni sendiri.

Periode munculnya gaya Baroque terjadi setelah Renaissance dan ditandai dengan penggunaan ornamen yang berlimpah. Gaya ini dimulai di Italia pada awal abad ke-17 dan berlangsung hingga dekade pertama abad ke-18, ketika gaya itu secara bertahap digantikan oleh gaya Rococo.

Perbedaan Furniture Baroque dengan Rococo

Mari kita mulai dengan meninjau perubahan estetika dasar antara era Barok dan Rococo di Prancis.  Estetika Baroque lebih gelap ditandai dengan penggunaan emas yang berlebihan tetapi juga diatur dengan warna-warna gelap, bayangan dramatis, dan tema-tema serius. Hal yang sama juga diterapkan pada interior ruangan.

Furniture akan terlihat mewah dan membumi serta kokoh. Fitur arsitektur seperti kolomg biasanya akan digambar sehingga menunjukkan rasa kekuatan klasik. Pada bagian kaki furniture cenderung tebal dan kuat.

Sementara hiasan yang merupakan dekorasi akan tampak simetri. Jadi jika sebuah furniture memiliki ciri yang banyak hiasan, terlihat anggun, membumi dan simetris maka tidak diragukan lagi itu adalah gaya Baroque.

Lalu apakah perbedaannya dengan furniture bergaya Rococo? Rasa mewah dari furniture sama yang menampilkan adanya sepuhan dari bahan emas dan perak yang berlebihan. Namun pada bagian desain interiornya, misalnya plafon akan memiliki warna yang lebih dingan. Sedangkan untuk gaya Baroque akan memperlihatkan warna yang gelap dari kayu.

Furniture yang bergaya Rococo selalu menggunakan jenis kayu yang lebih ringan dan warna-warna pastel untuk menciptakan estetika yang jauh lebih lembut. Bagian pada kaki furniture lebih tipis dan memiliki bagian kurva yang berbentuk seperti S.

Jenis kaki tersebut disebut dengan Cabriole yang dimodelkan sama seperti kaki binatang yaitu kambing. elemen lain dari furniture gaya Rococo adalah adanya motif organik. Motif yang digunakan adalah tanaman  merambat, daun, bunga, kerang, dan bentuk alami lainnya dalam dekorasi furnitur.

Perbedaan yang sangat besar antara Bqroque dan Rococo adalah bentuk simetri. Pada gaya Rococo tidak ada bentuk simetri dan semuanya selalu asimetris dimana bagian sebelah selalu berbeda.

Sedangkan pada gaya Baroque diatur secara ketat dan dikendalikan, dan rasa ketertiban itu tercermin dalam obsesi dengan desain simetris yang ketat. Gaya Rococo akan memberikan imajinasi tanpa tujuan. Desain asimetris yang berjalan di sepanjang kaki, sandaran tangan, dan punggung.

Ciri Furniture Bergaya Baroque

Furniture kayu dengan gaya Baroque memiliki beberapa karakteristik dengan media artistik, dan bagian yang paling khas adalah ornamen, dan berharga tidak murah. Walaupun menggunakan banyak ornamen yang tergolong sangat rumit, komposisi pada furniture Baroque selalu memiliki keseimbangan yang halus dan integrasi harmonis. Bentuk furnitur biasanya simetris, dan semua detail direplikasi di kedua sisi, dengan variasi yang sangat kecil, jika ada.

Tata letak umum sering termasuk kolom bengkok, yang menggabungkan banyak kurva untuk memberikan rasa dinamisme. Di sebagian besar meja, lemari, lemari, dan perabot tinggi, kaki alas adalah hal yang biasa, biasanya saling bertautan secara diagonal.

Keempat kaki biasanya satu-satunya elemen yang menyentuh lantai. Cetakan berat digunakan untuk menghias tidak hanya bagian paling atas tetapi juga bagian atas dari setiap bagian di mana ada perubahan penting dalam ukuran, seperti di atas alas dan laci bawah.

Sebagai dekorasi cetakan mahkota, berbagai elemen digunakan, dari pediment hingga pahatan. Sedangkan untuk bahan baku, pembentukan jalur perdagangan reguler antara Eropa dan Asia memengaruhi bahan yang digunakan.

Kayu tropis impor sangat diminati dan dianggap eksotis dan eksklusif. Kayu hitam dan mahoni digunakan dalam banyak furniture sementara beberapa kayu lokal termasuk kayu ek, kenari, dan kastanye.

Bagi komposisi yang rumit dibuat dengan inlay dan menjadi ciri khas furniture Barok. Inlay dibuat dengan memasukkan veneer (potongan kayu tipis) dengan warna yang kontras atau dari bahan yang berbeda, seperti logam dan gading.

Bagian atas meja terbuat dari marmer juga sangat umum dan pengrajin menggunakan berbagai jenis untuk menciptakan komposisi yang kontras. Pada pergantian abad ke-18, finishing yang disepuh adalah tren.

Biasanya digunakan untuk sebuah furniture dengan bentuk daun emas. Emas dikaitkan dengan kekayaan, dan memiliki perabot emas adalah kemewahan tertinggi. Chandelier emas dan bingkai untuk cermin atau lukisan juga menjadi populer di kalangan bengsawan Eropa. Bahkan gagang pintu memiliki desain yang rumit dan dekorasi emas.

Jenis Kayu Murah yang Bisa Digunakan

tumpukan-kayu-balok

Ada beberapa jenis kayu yang sangat mudah Anda temukan di Indonesia dengan harga sangat murah. Memiliki kualitas menengah dan ukuran yang cukup besar, anda dapat membuat furniture baroque dengan ukuran besar. Selain lebih murah, jenis -jenis kayu ini juga lebih mudah diamplas. Berikut ini beberapa jenis kayu murah yang bisa Anda gunakan sebagai bahan baku pembuatan furniture baroque:

  • Kayu mahoni

Mahoni adalah kayu pilihan pertama yang wajib Anda pertimbangkan. Di Indonesia, jenis kayu ini mudah didapatkan dan dijual dengan harga murah, terutama di wilayah Jawa. Warnanya sangat menawan sehingga tidak akan sulit untuk melakukan finishing dengan gaya Baroque. Bagian tengahnya berwarna merah tua sedangkan bagian kayu gubalnya berwarna merah mudah.

–> Kayu ramin

Kayu ramin adalah jenis kayu kedua yang murah dan mudah didapatkan. Warna dari kayu adalah kuning setelah ditebang dan putih setelah dikeringkan. Jenis kayu ramin memiliki tekstur yang halus dan merata sehingga tidak sulit untuk proses finishing. Ditambah lagi, warnanya yang putih membuat Anda tidak kesulitan mengecat warna natural gelap sesuai dengan kebutuhan.

–> Kayu sungkai

Beberapa dari Anda mungkin menyukai warna asli dari kayu sungkai. Tapi tahukah Anda bahwa kayu ini merupakan kayu yang murah dan cocok untuk pembuatan furniture Baroque? Kayu sungkai memiliki warna yang kekuningan, ciri khas yang bisa Anda tonjolkan adalah bagian seratnya yang mirip dengan kayu jati. Sehingga Anda bisa membuat furniture dengan gaya mewah namun murah.

–> Kayu Trembesi

Satu lagi kayu murah yang seringkali salah ditebak menjadi kayu jati kampung. Kayu trembesi adalah kayu yang banyak ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Kayu ini  memiliki ukuran yang sangat besar dan tebal. Warna dari kayunya gelap untuk bagian teras dan terang untuk bagian gubal. Jadi Anda akan sangat mudah membedakan kedua bagian kayu ini. Sebaiknya gunakan bagian kayu teras karena kualitas dan seratnya yang lebih baik.

–> Kayu nyatoh

Jenis kayu ini merupakan kayu yang berat namun mudah ditemukan. Banyak tersebar di wilayah Sumatera dan sering digunakan sebagai bahan untuk membuat furniture. Kayu ini memiliki bobot yang berat namun mudah retak. Maka perlu hati-hati dan konsentrasi penuh saat melakukan proses pengukiran. Warna kayu nyatoh hampir sama baik pada bagian gubal maupun bagian terasnya dengan warna merah muda dan merah kecoklatan. Permukaan dan serat kayu yang dimiliki kayu nyatoh cenderung halus.

Cara Finishing Furniture Gaya Baroque

produk-Biovarnish-clear-coat

Meskipun mewah, Anda tidak perlu terpaku untuk menggunakan finishing sepuhan emas. gaya Baroque yang didominasi warna gelap membutuhkan cat kayu dengan warna natural gelap mirip dengan kayu eksotis.

Anda bisa menemukannya dari produk Biovarnish yang akan memberikan hasil warna gelap natural pada semua furniture bergaya Baroque yang akan dibuat. Cat kayu Biovarnish juga merupakan cat water based dimana tidak akan menimbulkan polusi baik itu pada furniture yang telah jadi dan saat proses finishing.

Semua hasil finishingnya didapatkan dari proses penguasan. Jadi Anda bisa menyerahkan proses finishing bahkan pada pemula. warna-warna yang bisa Anda pilih untuk finishing seperti dark teak, black, sonokeling dan papua rose.

Dijamin hasil finishingnya akan menampilkan tampilan yang sangat eksotis. Ada empat produk yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan lapisan cat pada furniture yang kuat.

Langkah-langkah aplikasi :

  • Amplas seluruh permukaan kayu dengan amplas kasar maksimal nomor 22. Ikuti bentuk motif sehingga seluruh bagian benar-benar teramplas dengan baik. Bersihkan debu bekas amplas yang akan menyumbat pori kayu.
  • Siapkan Biovarnish wood filler mahoni atau jati. Campurkan dengan sedikit air hingga benar-benar encer. Usapkan dengan kain katun yang kering ke seluruh permukaan furniture. Tunggu wood filler mengering selama 20 menit tanpa dijemur. Lanjutkan dengan pengamplasan dengan amplas nomor 240 hingga warna kayu dan seratnya terlihat. Bersihkan debu amplas.
  • Siapkan Biovarnish liquid stain sesuai warna yang telah dipilih. Campurkan dengan air menggunakan perbandingan 2 bahan : 1 air kemudian aduk merata hingga tidak ada endapan. Lanjutkan dengan penguasan merata dan tunggu kering 60 menit tanpa dijemur. Amplas permukaan kayu yang telah kering secara ambang merata dengan amplas 400.
  • Siapkan Biovarnish sanding sealer, campurkan dengan air menggunakan perbandingan 2 bahan : 1 air. Kemudian kumasukkan sanding sealer ke seluruh permukaan kayu dan diamkan selama 60 menit. Lanjutkan dengan proses pengamplasan ambang.
  • Siapkan Biovarnish clear coat gloss, campurkan dengan air perbandingan 2 bahan : 1 air kemudian aduk merata. Diamkan furniture selama semalaman sehingga kering benar.