Mengenal Ciri Khas Furniture Scandinavian Hingga Finishingnya

Gaya yang maksimal dengan tampilan yang minimal adalah desain interior Skandinavia. Kesederhanaan dan memaksimalkan fungsi merupakan prinsip panduan yang telah membentuk kepekaan desain eropa di abad pertengahan. Hasilnya adalah menciptakan ruang-ruang yang diliputi cahaya, kedap udara, tenang dan perasaan yang menyatu dengan alam. 

Gaya ini merupakan trend dari Swedia, Norwegia, Denmark dan Finlandia. Prinsip dari desain interior skandinavia sendiri memainkan unsur alami, mendukung warna netral dengan garis yang sederhana. Gaya ini akan menekankan fungsi optimal dari setiap bagian dekorasi. 

Apabila Anda menginginkan gaya yang cantik sederhana dari skandinavia tidak banyak kerpotan yang akan Anda dapatkan ketika mengatur. Anda bisa melihat dari masa lalu ketika dekorasi rumah Skandinavia dan perabotan Skandinavia mengejutkan dunia setelah Triennale di Milano edisi 1947. 

Pameran populer di kota Milan Italia ini menampilkan berbagai mebel, barang pecah belah, dan aksesori rumah berlabel desain Nordik. memberikan banyak sensasi dalam pameran tersebut dan menjadi terkenal di seluruh dunia setelahnya. 

Kemudian desain ini mengalami popularitas baru di pertunjukan Desain Skandinavia Amerika Serikat dan Kanada dari tahun 1954 hingga 1957 membuat desain Nordic dikenal. Daya tarik dengan ide desain Skandinavia tumbuh lebih luas sebagai hasilnya hingga saat ini.

Anda tidak perlu mengalami kesulitan lagi dalam memilih furniture yang berukuran besar. Karena salah satu ciri khas yang utama adalah bentuknya yang ramping. Ingin tahu seperti apakah ciri khas dari furniture Scandinavian yang lainnya? 

Mulai dari ciri hingga bagaimana cara Anda mendapatkan finishingnya akan diulas secara terperinci dalam artikel ini. 

Ciri-Ciri Furniture Scandinavian

Sangat menarik melihat berbedanya furniture dan tren gaya Skandinavia berevolusi dari desain di seluruh Eropa. Umumnya masyarakat Eropa zaman dahulu menyukai dekorasi mewah dan hiasan yang terinspirasi oleh gaya hidup mewah aristokrasi dan keluarga kerajaan. 

Ide-ide desain interior rumah orang-orang Nordik memetakan kursus desain yang berbeda, lebih memilih yang praktis daripada yang mewah, memilih fungsi daripada banyak motif atau ukiran. Bahkan pemilihan warna yang sangat terlihat klasik dan mewah seperti furniture kerajaan.

Contoh-furniture-scandinavian

Kehidupan pertengahan abad di wilayah Swedia, Norwegia, Denmark dan Finlandia bertanggung jawab untuk membentuk desain Skandinavia. Musim dingin yang panjang dengan sedikit waktu siang hari membuat orang tetap berada di dalam rumah selama berbulan-bulan dan membentuk tampilan Nordik. 

Selain itu, kebanyakan orang tinggal di rumah-rumah berukuran kecil, sebuah penjelasan mengapa gaya minimalis Skandinavia lebih banyak dipilih. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat rumah terasa nyaman namun lapang, dengan setiap objek di dalamnya yang mampu memantulkan cahaya sekitar sebanyak mungkin, fitur utama gaya Skandinavia  adalah modern.

Sensibilitas gaya pada furniture Scandinavian tetap elegan dan menghindari terlalu banyak hiasan. Sehingga keanggunan yang sederhana tetap diraih dari bentuk, material dan warna furniture. Hasilnya adalah gaya yang menggabungkan kecantikan dengan kepraktisan, mengikuti pola utama rumah Skandinavia.

Meskipun popularitas gaya dan desain Skandinavia sedikit memudar pada 1980-an, dan mulai melonjak lagi pada dekade berikutnya ketika gaya itu ditafsirkan kembali. Pada tahun 1990-an para desainer di negara-negara asal gaya Skandinavia  membuat furniture yang mereka ciptakan sebagai bagian dalam dekorasi daripada unit individu. 

Furniture tersebut merupakan hasil yang berani dan sangat unik. Membuat fungsi furniture tidak hanya digunakan namun juga sebagai dekorasi ruangan. Artinya mengurangi beberapa dekorasi yang justru akan memenuhi ruangan. 

Lalu bagaimana furniture dengan gaya Scandinavian modern yang saat ini banyak diterapkan pada desainer? Jika Anda akan membuat furniture sendiri aspek apa saja yang harus diperhatikan? Beriku tini ciri khas yang akan membuat furniture Scandinavian Anda berhasil. 

  • Garis yang bersih

Kesederhanaan adalah kunci utama desain Skandinavia modern. Prinsip utama desain Skandinavia adalah memprioritaskan fungsi tanpa mengorbankan estetika. Kini banyak sekali tawaran furniture dengan gaya Scandinavian Yang dijual murah melalui toko online. 

Berbagai macam desain bisa membuat Anda terinspirasi untuk membuatnya sendiri di rumah. Garis yang bersih, artinya Anda hanya akan membuat struktur furniture secara utuh tanpa adanya motif yang mengganggu. 

Jika furniture adalah sofa maka, memperlihatkan kaki soda dan membuatnya terangkat dari lantai sangatlah penting. Tidak cocok menggunakan sofa besar yang kakinya tidak terlihat terutama dengan beberapa renda. 

Kaki kursi yang terbuat dari kayu akan memperlihatkan keindahan warna kayu. Mirip seperti kursi retro, keempat kaki kursi yang menjadi tumpuan akan berukuran lebih kecil. 

  • Warna netral

Warna akan selalu menjadi acuan yang penting terhadap sebuah furniture. Nah kali ini untuk gaya Scandinavian warna yang dipilih harus memberikan ketenangan misalnya saja putih cerah. Warna tersebut akan menjadi warna tenang dalam sebuah ruangan yang telah diberikan beberapa dekorasi mirip seperti gaya minimalis. 

Warna putih memberikan kesan yang terang sehingga akan menampilkan sebuah ruangan yang lebih luas. Bahkan jika itu diterapkan pada sebuah furniture di dapur seperti kabinet atau kitchen set. Selain furniture, warna putih juga dapat diterapkan pada dinding  dan plafon. 

Inilah warna yang paling banyak digunakan, namun bukan berarti furniture desain Skandinavia tidak memiliki pilihan warna yang lainnya. Kebanyakan warna netral selain putih yang dipilih adalah warna kayu.

Warna kayu yang dipilih sendiri adalah warna kayu oak putih. Memperlihatkan keindahan dari serat kayu sehingga jenis kayu yang dipilih juga harus menggunakan kayu berserat indah. Warna natural alami akan memberikan keindahan dari alam dekat dalam ruangan. 

  • Material Alami

Karakteristik dari furniture Scandinavian dapat dilihat dari material kayu yang digunakan. Material pembuatan furniture yang banyak digunakan adalah kayu solid. Bukan kayu buatan seperti plywood karena tidak memiliki serat kayu yang menarik. 

Kayu solid juga merupakan kayu yang memiliki ketahanan terbaik. Selain furniture, kayu banyak digunakan sebagai bagian material lantai kayu. Beberapa jenis kayu yang digunakan adalah seperti kayu pinus, ash, jati, ulin, merbau, dan sonokeling. 

  • Tekstil

Furniture seperti sofa membutuhkan tambahan bahan tekstil sebagai cushion. Tekstil akan membuat kursi dan furniture lainnya menjadi lebih nyaman. Ketika kayu di finishing dengan warna natural maka cushion akan memberikan motif dan sedikit warna cerah. 

Misalnya saja Anda bisa menggunakan cushion yang memiliki garis halus yang menghangatkan ruangan. Ada pula bahan rajutan, wol, linen yang lebih disukai dibandingkan dengan bahan sintetis. 

Finishing Furniture Bergaya Scandinavian

Setelah melihat dari masing-masing karakteristik furniture Scandinavian tersebut saatnya bagi Anda untuk melakukan proses finishing. Warna natural dan putih menjadi pilihan utama. Untuk mendapatkan hasil warna putih semua prosesnya lebih mudah. 

Anda hanya perlu memberikan lapisan primer coat warna putih yang dilanjutkan dengan aplikasi cat duco. Primer coat akan menutup warna kayu dan seratnya, kemudian baru diaplikasikan dengan cat duco. Maka warna putih akan menutup furniture. 

Cacat kayu akan tertutup dengan menggunakan cat warna putih, Khususnya dengan kayu berjeni pinus yang seringkali memiliki mata kayu dan jamur blue stain. Lalu bagaimana jika ternyata Anda lebih memilih warna natural?

Jika Anda menggunakan kayu warna gelap maka sebelum finishing dibutuhkan bleaching kayu. Proses pemutihan kayu juga akan menyamarkan cacat yang terdapat pada kayu. Mata kayu atau cacat blue stain harus disamarkan untuk mendapatkan hasil finishing warna natural yang sempurna. 

Produk-pemutih-kayu

Proses bleaching kayu ini membutuhkan pemutih kayu yang aman sekaligus efektif seperti White Agent 250. Bahan ini adalah bleaching kayu yang menggunakan bahan pelarut air. Prosesnya tidak membutuhkan waktu yang lama, berikut ini langkah-langkahnya.

  1. Amplas seluruh permukaan kayu hingga mendapatkan tingkat kehalusan dan membersihkan bulu kayu. Bersihkan bekas pengamplasan and debu amplas dengan kain yang bersih dan kering.  
  2. Campurkan WA 250 dengan air perbandingan 2 bahan dan 1 air atau memiliki perbandingan yang sama. Semakin banyak bahan maka warna yang dihasilkan akan semakin terang. 
  3. Kuaskan bahan ke seluruh permukaan kayu hingga rata, tunggu kering tanpa dijemur selama 4 hingga 6 jam. Setelahnya Anda akan melihat perubahan warna menjadi lebih terang. 
  4. Apabila warna masih kurang menyamarkan noda dan memutihkan kayu Anda bisa mengaplikasikan bahan kembali. 
  5. Baru setelahnya Anda bisa membilas kayu dengan air bersih untuk menghilangkan sisa larutan yang masih menempel agar tidak bereaksi terus menerus. 
  6. Diamkan furniture hingga kayu menjadi benar-benar kering sebelum masuk proses finishing. 

Aplikasi WA 250 tidak akan sulit asalkan Anda mengikuti langkah yang benar. Setelahnya lanjutkan dengan pengamplasan untuk membersihkan debu dan kotoran yang masih menempel. Bersihkan kembali menggunakan kain bekas debu amplas agar tidak menyumbat pori kayu. 

Proses Aplikasi Biovarnish

Selanjutnya adalah proses finishing, kali ini produk cat yang digunakan adalah Biovarnish. Cat ini akan memberikan hasil warna natural yang tepat dengan gaya Scandinavian. Warna yang digunakan kali ini adalah yellow ox untuk mendapatkan tampilan yang terang. 

Bahan-finishing-kayu-biovarnish

Berikut ini langkah-langkah aplikasi Biovarnish untuk mendapatkan warna yellow ox maksimal. 

  • Campurkan Biovarnish sanding sealer dengan air. Gunakan perbandingan 2 bahan : 1 air hingga menjadi lebih encer, baru kuaskan ke seluruh permukaan kayu searah serat kayu. Tunggu lapisan menjadi kering selama 60 menit tanpa penjemuran kemudian amplas ambang. Gunakan amplas nomor 400 kemudian bersihkan sisa debu amplas. 
  • Campurkan Biovarnish liquid stain warna yellow ox dengan air menggunakan perbandingan 2 bahan : 1 air. Aduk merata hingga tidak pada bahan yang mengendap. Gunakan kuas nilon untuk meratakan cat searah serat kayu kemudian tunggu kering. Lanjutkan dengan pengamplasan ambang dengan amplas nomor 400. 
  • Encerkan Biovarnish clear coat gloss dengan air hingga mendapatkan viskositas 11-12 detik NK2. Kuaskan cat ke seluruh permukaan kayu dengan rata ke seluruh permukaan kayu searah serat. Tunggu kering selama semalaman. 

Cat kayu Biovarnish akan memberikan ketahanan yang terbaik. Bahkan Anda juga bisa menggunakannya pada furniture outdoor. Ketahanan yang diberikan dikarenakan adanya lapisan film yang kuat. 

Lapisan coating yang terbentuk akan membuat furniture menjadi lebih tahan terhadap panas, hujan, perubahan suhu udara dan juga goresan. Adanya lapisan gloss membuat furniture menjadi lebih tahan lama. 

Hasil finishing akan mendapatkan tampilan furniture dengan gaya Scandinavian yang terang dan menarik. Warna cerah akan memberikan kesan hangat karena adanya tampilan serat kayu yang indah. 

Artikel "Finishing Kayu"

About Us

Catkayu.com merupakan web official untuk produk Biovarnish, bahan finishing kayu water based yang aman dan ramah lingkungan.

Biovarnish merupakan bahan finishing kayu berbahan dasar water-based acrylic dengan sistem aplikasi oles atau kuas, digunakan untuk finishing kayu interior / exterior seperti interior & eksterior furniture, wood building (gazebo, door, wall, pergola, pagar), toys and craft.

WA: 082219357399

©2015 - 2019 CatKayu.com - All Right Reserved.