Belajar Teknik Distress Furniture pada Cat Bioduco Chalk Paint

Banyak materi yang bisa dipelajari dari finishing furniture, walaupun materinya tidak sebanyak seperti woodworking. Materi untuk finishing sama pentingnya dipelajari seperti teknik memotong, mengelem dan juga mengamplas kayu. Sebut saja seperti teknik finishing marble. Bagaimana mengubah kayu tampak seperti marmer. 

Nah kali ini, teknik yang akan dibahas lebih lanjut adalah teknik distress. Apa itu teknik distressing? Bagaimana cara menggunakannya dan hasil seperti apakah yang diberikan pada furniture. Teknik ini sebenarnya bisa diterapkan pada berbagai macam bahan finishing. 

Saat mempelajarinya, jenis cat paling mudah untuk digunakan adalah Bioduco chalk paint. Sudah tau apa itu chalk paint? Bagaimana cara mengaplikasikannya dan fungsinya sebagai bahan finishing? Yuk pelajari bersama teknik dan bahan finishing ini. 

Mengenal Teknik Distressing untuk Furniture

Anda bisa menggunakan teknik distressing pada semua jenis furniture. Bila dilihat dari tujuannya adalah untuk memperlihatkan kayu tampak tua. Jadi Teknik ini  sangat penting dipelajari bagi Anda yang sedang memiliki proyek furniture antik dan rustic. 

Bagaimana membuat kayu tampak seperti sudah lama digunakan. Kesan ‘worn out’ tentu saja tidak begitu saja didapatkan. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu karakteristik dari furniture yang dimiliki. Fungsinya untuk mengenali, bagian mana saja yang ingin dibuat tampak usang. 

Ada beberapa hal yang bisa dicermati pada beberapa jenis furniture berikut ini:

  • Kursi

Furniture berbentuk kursi, bisa menjadi proyek yang paling mudah dalam teknik distressing. Cermati ketika seseorang duduk di kursi, kira-kira bagian mana saja yang terlebih dahulu akan terlihat usang. Biasanya bagian sandaran, dudukan dan juga beberapa siku di dudukan. Warna cat pada bagian tersebut akan tampak pudar. 

Chalk Paint Pada Set Dining Table
  • Kabinet

Proyek lainnya yang juga mudah adalah kabinet. Anda bisa mulai untuk mengecat kabinet ruang tidur yang biasa digunakan untuk menyimpan pakaian. Nah pada kabinet, manakah permukaan yang sering terlihat usang? Siku bagian atas, permukaan dekat dengan knob dan juga permukaan atas kabinet yang sering digunakan untuk meletakan benda. 

  • Meja tamu

Coffee table akan sangat mudah di finishing dengan chalk paint dan teknik distress karena bentuknya yang sangat simpel. Bagian yang perlu dibuat tampak usang tentu bagian top table dan juga bagian sikunya. Untuk bagian kaki, Anda tidak perlu membuatnya tampak usang berlebihan. 

Kini sudah terjawab bukan, bagaimana Anda bisa melakukan teknik distressing dengan mempertimbangkan terlebih dahulu tampilan usangnya. Jika tidak, furniture yang dicat dengan teknik ini tidak tampak alami kerusakannya. 

Teknik Mengamplas Saat Melakukan Ditsressing

Mempelajari teknik distressing bukan hanya soal penempatan bagian usang saja, tetapi bagaimana menciptakannya. Nah untuk itu, pengamplasan menjadi kegiatan yang sangat vital pada teknik ini. Anda harus tepat dalam pemilihan grit amplas dan cara mengamplasnya. 

Apa saja grit amplas dan cara menggunakannya yang perlu diperhatikan? Berikut ini penjelasannya. 

  • Amplas grit yang kasar

Amplas ini digunakan setidaknya untuk chalk paint dua lapisan. Sifatnya yang kasar akan mengamplas hingga permukaan kayu aslinya sedikit terlihat dan warna chalk paint pertama. Amplas ini biasanya dipilih nomor 180. Sifat kasarnya akan mempercepat pekerjaan dibandingkan amplas yang halus. 

  • Amplas grit yang medium

Amplas dengan grit medium biasanya nomor 220 atau 240. Fungsinya adalah untuk menghaluskan permukaan usang yang sudah dibuat oleh amplas nomor 180. Selain itu amplas ini juga bisa digunakan untuk memperlihatkan kesan usang untuk satu layer chalk paint. 

  • Amplas grit yang halus

Grit pada amplas ini biasanya jatuh pada nomor 320 atau 400. Berbeda dengan dua kertas amplas sebelumnya, amplas ini digunakan untuk seluruh permukaan furniture. Fungsinya untuk membuat kerusakan yang di amplas senatural mungkin. Digunakan pada bagian akhir sebelum aplikasi top coat atau wax. 

Fungsi Chalk Paint sebagai Bahan Finishing

Chalk Paint Bioduco

Mengapa untuk berlatih teknik distressing harus belajar menggunakan chalk paint? Sebenarnya apa itu chalk paint dan bagaimana penggunaannya? Alasan mengapa chalk paint dipilih untuk teknik distress adalah warnanya yang pastel. Cat ini cocok digunakan untuk berbagai furniture gaya vintage atau shabby chic. 

Chalk paint sendiri bukanlah cat yang digunakan untuk blackboard, cat kapur yang sesungguhnya. Disebut sebagai chalk paint karena warnanya yang mirip dengan kapur. Nah untuk chalk paint yang beredar di Indonesia saat ini baru merk Bioduco saja yang akan Anda temukan. 

Merk chalk paint lainnya berasal dari luar negeri, jadi jika Anda membelinya perlu biaya yang mahal. Bioduco chalk paint tidak kalah bagusnya dengan produk asing, saat ini cat terbuat dari bahan acrylic water based yang artinya ramah dan aman lingkungan. 

Mendukung teknik ditsress, Bioduco chalk paint juga sangat mudah untuk diaplikasikan serta di amplas. Tidak perlu waktu lama untuk mengaplikasikan cat baik satu warna hingga dua warna. Sebagai pemula sebaiknya Anda memulai untuk satu warna terlebih dahulu. 

Langkah Finishing Distressing pada Chalk Paint

Terdapat tiga langkah yang bisa dilakukan saat mengecat. Terlebih dahulu siapkan material furniturenya. Amplas permukaan kayu hingga menjadi lebih halus dan bebas dari debu. Anda bisa menggunakan kertas amplas nomor 220 dan lakukan searah dengan serat kayu. 

Cara menghilangkan debu juga harus tepat, jika tidak akan mengotori warna chalk paint. Apalagi jika Anda akan mengecat furniture dengan warna putih. Bersihkan debu dengan kain microfiber yang telah dibasahi atau dengan mesin penyedot debu. 

Mengaplikasikan Chalk Paint

Cara mengaplikasikan chalk paint hampir sama seperti cara mengecat pada umumnya. Pertama campurkan Bioduco chalk paint dengan air, campurkan menggunakan perbandingan 2 bahan : 1 air. Aduk hingga merata dan tidak ada endapan. 

Kuaskan cat ke seluruh permukaan kayu, ratakan. Anda bisa mengecat tidak perlu mengikuti arah serat. Tujuannya menampilkan kesan usang, jadi brush mark justru akan menimbulkan efek yang unik. Tunggu permukaannya kering kemudian aplikasikan sekali lagi. 

Semua permukaan furniture kayu harus benar-benar tertutup dengan chalk paint. Proses kering biasanya membutuhkan waktu sekitar 60 menit.

Menerapkan Teknik Distress

Setelah permukaan furniture kayu berubah menjadi kering barulah Anda bisa menerapkan teknik distressing. Pertama tentukan bagian mana yang akan di amplas hingga warna kayu terlihat. Kemudian amplas bagian tersebut dengan amplas grit yang kasar. Lakukan hingga warna kayu sedikit terlihat. 

Berhenti dan ganti dengan amplas grit yang medium yaitu 220. Amplas permukaan yang tadi di amplas dengan amplas kasar hingga berubah menjadi halus. Terakhir gunakan amplas grit yang sangat halus untuk seluruh permukaan furniture secara merata. Bersihkan debu amplas. 

Menyegel Furniture dengan Top Coat

Pada lapisan terakhir Anda bisa memberikan lapisan Bioduco top coat matte. Lapisan akhir perlu tampilan yang tidak mengkilap dan top coat matte akan menjadi solusinya. Campur terlebih dahulu Bioduco top coat matte dengan air dan aduk hingga merata.

Kuaskan cat merata, lakukan ke satu arah agar hasilnya lebih rapi dan juga halus. Diamkan furniture selama semalaman. 

Artikel "Finishing Kayu"

About Us

Catkayu.com merupakan web official untuk produk Biovarnish, bahan finishing kayu water based yang aman dan ramah lingkungan.

Biovarnish merupakan bahan finishing kayu berbahan dasar water-based acrylic dengan sistem aplikasi oles atau kuas, digunakan untuk finishing kayu interior / exterior seperti interior & eksterior furniture, wood building (gazebo, door, wall, pergola, pagar), toys and craft.

WA: 082219357399

©2015 - 2019 CatKayu.com - All Right Reserved.