3 Macam Cara Finishing Sesuai dengan Bahan yang Digunakan

Salah satu tugas pengerjaan kayu yang paling sulit untuk pemula adalah finishing. Ada serangkaian produk finishing yang membingungkan yang tersedia untuk pekerja kayu saat ini, tetapi informasi produk komparatif sulit didapat. 

Berbagai macam bahan finishing memiliki kekuatan dan kelemahan tertentu jika dibandingkan satu sama lain. referensi bahan hingga cara aplikasinya akan dijelaskan lebih dalam dan terperinci dalam artikel ini. 

Artikel ini adalah upaya untuk memberi Anda beberapa prosedur finishing yang mudah untuk diikuti dan menjelaskan perbedaan antara jenis cat. Bukan hanya sebagai rujukan proses finishing secara menyeluruh namun juga ditulis secara ringkas dan padat aga para pekerja kayu dengan sedikit pengalam finishing dapat mengetahuinya dengan mudah. 

Mengikuti langkah-langkah sederhana ini maka seseorang akan mampu melakukan finishing yang sangat bagus pada semua proyek perkayuan. Anda bahkan bisa mengaplikasikan langkah mudah ini sesuai dengan jenis cat kayu yang digunakan. 

Seperti yang telah kita kenal bahwa cat memiliki berbagai macam jenis bahan dan juga merk. Perhatikan dahulu bagaimana bahan langkah yang terdapat pada kemasan dan juga  bahan pelarut yang digunakan. 

Mengenal Finishing Secara Umum

Prosedur pertama untuk finishing yang baik dimulai dengan persiapan permukaan kayu. Mengamplas, mengikir, atau menyeka permukaan hingga bebas dari kotoran debu, dan cacat adalah langkah awal yang penting. 

Jumlah pengamplasan dan bahan amplas yang digunakan  dapat memberikan dampak yang signifikan pada cara pernis atau cat nantinya akan muncul pada permukaan kayu. Permukaan kayu harus di amplas secara merata hingga mendapatkan permukaan yang seragam. Bisa dimulai dengan amplas 150 atau 220 grit. 

Hati-hati karena Anda harus menghilangkan semua tanda bekas lem dan juga goresan agar tidak merusak permukaan kayu. Jika Anda belum menemukan banyak pewarna kayu yang diinginkan maka harus dilakukan percobaan sebelum menerapkannya pada proyek Anda. 

Pada saat menerapkan beberapa lapisan terakhir yang membentuk film pelindung, sebaiknya pilih untuk menerapkan versi cat yang mengkilap. Tampilan tersebut mampu menutup atau menyamarkan adanya goresan di kemudian hari karena penggunaan. 

Rahasia dari tampilan tersebut mampu menyamarkan noda adalah tingkat kilaunya yang cukup tinggi. Hal ini akan memantulkan cahaya ke mata kita sehingga noda seperti goresan akan tersamarkan dengan sempurna. 

Pada saat mengamplas di antara lapisan coating, amplas digunakan untuk menghilangkan kerusakan seperti debu yang halus pada permukaan kayu. Selain itu juga akan menciptakan goresan halus dimana bagian tersebut menciptakan ikatan antar lapisan coating. 

Saat lapisan coating di amplas maka ukuran grit amplas juga meningkat. Anda harus memilih amplas dengan grit halus seperti nomor 320 atau 400. Bukan suatu keharusan jika Anda menggunakan teknik atau jenis cat yang sama pada seluruh proyek. 

Anda bisa mencampurkannya dengan merk lain yang memiliki warna dan kualitas yang dibutuhkan. Misalnya saja Anda menggunakan cat oil sebagai pelapis utama untuk laci. Anda bisa menggunakan polyurethane dan cat akrilik untuk kotak laci, bagian interior atau bagian belakang. 

Hal tersebut akan menghemat waktu dan usaha, namun ingat Anda tidak bisa menumpuk lapisan cat yang berbeda jika formulanya tidak sama. Ingat juga jangan menerapkan cat atau hasil akhir di bawah sinar matahari langsung. 

Pastikan untuk membaca dan ikuti tindakan pencegahan keamanan yang tercantum pada kemasan produk. Berikut ini beberapa langkah finishing sesuai dengan bahannya.

Finishing Pernis dengan Diseka

Keuntungan dari finishing menggunakan pernis yang diseka adalah bagus untuk permukaan kayu yang akan digunakan secara rutin. Tidak terlalu banyak lapisan coating yang digunakan daripada menyeka produk polyurethane. Sehingga jenis cat ini lebih mudah diaplikasikan. 

Kekurangannya adalah jika Anda menyeka tidak sesuai dengan serat kayu maka hasil tidak rapi akan muncul. Lapisan coating akan sangat terlihat berlawanan dengan serat kayu. 

Langkah-langkah aplikasi mudahnya adalah sebagai berikut ini: 

  1. Oleskan lapisan coating yang basah dan seragam dengan kuas busa. Setelah selesai keringkan baru di amplas dengan kertas amplas nomor 320. Apabila Anda tidak mengaplikasikan bahan ini pada permukaan kayu yang tidak di sanding sealer maka perlu aplikasi berulang. 
  2. Jika lapisan pertama sudah mengering lanjutkan dengan pengamplasan kembali dengan amplas 320. Produk ini lebih mudah di amplas jadi berhati-hatilah agar lapisan tidak habis teramplas. Bersihkan debu bekas pengamplasan. 
  3. Terus ulangi aplikasi pada tahapan ini dan pastikan setiap lapisan harus menghasilkan permukaan yang tipis. Sebelum kering cobalah untuk menyeka pada lapisan kedua. Setelah selesai dan kering lanjutkan dengan mengamplas menggunakan kertas amplas yang sama. 

Proses Finishing Cat Kayu Water Based

Pernis Kayu Water Based

Jenis cat kayu water based adalah pilihan yang bagus untuk permukaan kayu yang sering digunakan. Kemudahan aplikasinya membuat pemula dapat menggunakan kuas nilon yang murah. 

Proses kering yang cepat dan cat yang masih basah dapat dibersihkan dengan air. Tidak menimbulkan aroma yang menyengat dengan hasil kemilau yang seragam. Hasil aplikasi pasti rata dan konten padatan tinggi sehingga membentuk lapisan coating kuat. 

Kekurangan menggunakan cat water based adalah kurang baik untuk resistensi terhadap bahan kimia rumah tangga. Sulit menghapus cat ketika sudah mengering. Berbagai furniture dalam ruangan sangat baik menggunakan cat water based karena tidak banyak aroma menyengat dan mengandung toxic yang dikeluarkan. 

Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengaplikasikan cat water based. 

  1. Amplas dan haluskan permukaan kayu jika Anda ingin mendapatkan hasil finishing yang halus dan juga rata. Dilakukan pengamplasan dengan balok kayu dan gunakan amplas nomor 150 atau 180 tergantung dengan kerusakan pada permukaan kayu. Bersihkan debu bekas pengamplasan. 
  2. Penting untuk mengaplikasikan sanding sealer water based sebagai cat dasar kayu khususnya untuk jenis kayu lunak. Aplikasikan sanding sealer untuk menutup rata pori kayu baru diaplikasikan wood stain atau pernis water based. Ulangi aplikasi sanding sealer jika belum merata.
  3. Lanjutkan dengan aplikasi wood stain atau cat warna kayu water based secara tipis. Kunci keberhasilan lapisan coating yang bagus adalah lapisan tipis yang berulang. Cat akan mengering dengan cepat dan jangan menjemur untuk proses pengeringannya. 
  4. Proses pengamplasan yang ambang dilakukan setelah lapisan wood stain kering. Gunakan amplas nomor 400 dan hilangkan bekas debu amplas. Jika warna yang diinginkan sudah Anda dapatkan maka lanjutkan dengan proses aplikasi cat tampilan gloss.
  5. Kuaskan cat kayu water based berpenampilan gloss untuk menghasilkan permukaan yang kuat. Cukup satu atau dua lapisan saja. 

Proses Finishing dengan Polyurethane

Keuntungan dari lapisan cat ini adalah untuk semua furniture yang sering digunakan. Keuntungan lainnya adalah mudah untuk diaplikasikan. Kekurangan dari cat ini adalah akan menimbulkan efek brush mark atau tampilan coating yang berlawanan dengan serat jika proses aplikasi tidak berjalan baik. 

Dibutuhkan lapisan coating berulang untuk mendapatkan hasil finishing yang terbaik. Polyurethane adalah lapisan terakhir sebagai coating pelindung yang berwarna transparan. Cara termudah untuk menerapkan poliuretan adalah dengan mengencerkan produk biasa menjadi campuran 50% bahan dan 50% thinner. 

Anda perlu menipiskan produk pada setiap lapisannya karena bentuk coating yang terbaik akan Anda dapatkan jika  ada beberapa lapisan yang digunakan. Kebanyakan produk ditipiskan dengan mudah melalui pengamplasan. 

Bagaimana proses aplikasinya? Anda bisa mengikuti langkah-langkah mudanya berikut ini:

  1. Jika Anda langsing menerapkan polyurethane pada kayu yang tidak dilapisi sanding sealer maka lapisan pertama akan bekerja sebagai sealer. Aplikasikan bebas setelah cat diencerkan, Anda bisa menggunakan kuas, alat semprot hingga pad. Perlu diingat, jika Anda tidak menggunakan sanding sealer maka polyurethane tidak akan terlalu menyerap. 
  2. Jika lapisan pertama telah mengering, cobalah untuk mengamplas dengan kertas amplas 220 atau 320 grit. Campuran  polyurethane lebih mudah diamplas jadi jangan terlalu menekan dalam prosesnya. 
  3. Kuaskan kembali lapisan kedua dengan kuas busa atau kuas bulu alami. Keringkan dengan cara dijemur pada panas matahari langsung. Setelah selesai dan kering lanjutkan dengan pengamplasan ambang dengan amplas 320 grit. Ulangi langkah yang sama ini hingga Anda mendapatkan lapisan coating yang kuat. 
  4. Lapisan yang digunakan bisa hingga 4 atau lima. Alternatif lain pada dua lapisan terakhir Anda bisa menyatukan dengan cara wiping atau menyeka permukaan cat yang masih basah. Tujuannya untuk meratakan permukaan cat hingga menjadi lebih halus bebas brush mark. 
  5. Langkah terakhir ini opsional Anda bisa memberikan lapisan wax pada permukaan kayu. Tujuannya untuk memperkuat lapisan polyurethane. Cukup dengan usapkan wax menggunakan kain secara merata setelah cat mengering selama semalaman. Hasil warna yang dihasilkan juga akan lebih mengkilap.

 Proses Finishing dengan Cat Lacquer

Kelebihan dalam proses finishing menggunakan lacquer adalh mudah diaplikasiakn dan sangat cepat. Adhesi yang kuat mencapai 100% sebagai lapisan cat dasar. Mudah dibersihkan jika Anda hendak mengaplikasikan cat baru. 

Kekurangan yang didapatkan adalah cat tidak tahan gores. Formulasi padatan yang digunakan sangat rendah sehingga membutuhkan banyak lapisan coating. Semua cara aplikasi hanya menggunakan alat semprot saja. Anda tidak akan menghasilkan permukaan sempurna jika menggunakan kuas atau alat lainnya. 

Berikut ini langkah-langkah aplikasi dengan mudah. 

  1. Hasil finishing yang diberikan adalah tingkat kilap yang tinggi. Jika Anda mengaplikasikan cat lacquer tanpa adanya cat dasar kayu maka lapisan pertama akan berfungsi sebagai sealer. Sehingga membutuhkan tiga atau lebih lapisan. 
  2.  Pertama amplas rungan permukaan kayu dengan kertas amplas nomor 220 atau 320 grit kemudian bersihkan debu bekas pengamplasan dari permukaan kayu. Semprotkan cat lacquer yang sudah dilarutkan dengan thinner. Tunggu kering.
  3. Tergantung dengan jenis kayu dan penyerapan yang terjadi, Anda mungkin perlu mengulangi langkah sebelumnya hingga permukaannya menjadi halus. 
  4. Amplas ringan permukaan kayu dengan kertas amplas nomor 320 atau 400 grit secara ambang. Bersihkan debu bekas pengamplasan pada permukaan. Anda dapat beralih untuk mendapatkan hasil finishing dengan tingkat gloss yang tinggi setelah proses finishing ini. 
  5. Aplikasikan cat lacquer kembali dan tunggu kering selama 24 jam. Anda bisa melakukan penjemuran untuk proses kering yang cepat. Kemudian lanjutkan dengan proses aplikasi wax. 
  6. Sama seperti polyurethane, wax akan berfungsi untuk menguatkan lapisan coating dan membuat tampilan glossy menjadi lebih tinggi. Jika Anda ingin mendapatkan tampilan yang awet lakukan aplikasi wax secara berkala setiap bulan. 

Artikel "Finishing Kayu"

About Us

Catkayu.com merupakan web official untuk produk Biovarnish, bahan finishing kayu water based yang aman dan ramah lingkungan.

Biovarnish merupakan bahan finishing kayu berbahan dasar water-based acrylic dengan sistem aplikasi oles atau kuas, digunakan untuk finishing kayu interior / exterior seperti interior & eksterior furniture, wood building (gazebo, door, wall, pergola, pagar), toys and craft.

WA: 082219357399

©2015 - 2019 CatKayu.com - All Right Reserved.