Inilah Cara Menggunakan Plitur Kayu Yang Benar

24275
Inilah Cara Menggunakan Plitur Kayu Yang Benar

Melakukan finishing untuk warna natural transparan dapat memanfaatkan plitur yang mudah diaplikasikan yaitu dengan kuas dan air.

Mungkin terdapat pertanyaan di kepala Anda “bagaimana sih cara plitur yang benar?” Atau mungkin sebagian dari Anda sudah ada yang pernah mencoba untuk memplitur kayu dan tidak puas dengan hasil finishing atau recoating kayu?

Padahal furniture di rumah Anda adalah warisaan keluarga yang catnya sudah mulai mengelupas dan Anda menginginkan tampilan seperti baru. Hal-hal tersebut bisa saja terjadi terlebih lagi jika Anda belum mengetahui cara menggunakan plitur kayu yang benar.

CS Biovarnish

Padahal sebenarnya sangat mudah sekali. Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan cara menggunakan plitur yang benar dan hasilnya akan sangat memuaskan. Kunci keberhasilan dari aplikasi cat pelitur adalah alat dan bahan pelarut.

Ketika menggunakann alat yang sederhana seperti kuas Anda harus memilih jenis kuas yang halus dan juga lembut. Sedangkan untuk bahan pelarutnya langkah yang tepat adalah memberikan takaran sesuai dengan jumlah yang Anda gunakan dan cara pemakaian yang biasanya tertera pada kaleng plitur.

Inilah Cara Menggunakan Plitur Kayu Yang Benar

Untuk lebih singkatnya simak langkah-langkah menggunakan cat plitur kayu yang benar berikut ini:

  1. Persiapkan alat-alat seperti plitur, kuas berukuran 3 inci dan 2 inci, bahan pelarut bisa solvent atau air, amplas alumunium oxide no. 180 dan 400, kain katun bersih dan kering, gelas plastik.
  2. Siapkan material yang akan dilakukan finishing, jika permukaan masih kasar atau masih banyak lapisan coating yang tertinggal maka amplaslah menggunakan kertas amplas no. 180. Bersihkan debu amplas dengan kain lap, dan pastikan kembali kayu sudah kering benar, kayu yang tidak kering akan mempercepat pertumbuhan jamur di kemudian hari.
  3. Siapkan plitur, perhatikan jumlah bahan pelarut yang digunakan. Bahan campuran politur adalah air atau thinner tergantung dengan jenisnya. Campurkan plitur dan bahan pelarutnya di dalam gelas pastik jangan langsung di kaleng. Anda bisa menggunakan sendok untuk mendapatkan perbandingan campuran bahan dan air. Aduk hingga benar-benar merata.
  4. Aplikasikan plitur dengan kuas berukuran 3 inci untuk bidang yang luas, untuk bidang yang sempit Anda bisa menggunakan kuas berukuran 2 inci. Aplikasikan searah serat kayu jangan berlawanan. Pengecatan yang berlawanan serat akan menutup serat kayu sehingga tidak terlihat atau terlihat pengecatan yang tidak rata nantinya.
  5. Tunggu plitur hingga kering benar, jika menggunakan plitur solvent sebaiknya jemur di bawah panas matahari, sedangkan jika menggunakan plitur water based Anda tidak perlu menjemurnya cukup didiamkan dalam suhu ruangan saja.
  6. Jika permukaan sudah kering benar gunakan amplas no. 400 dan di amplas ambang saja agar tidak semua plitur hilang, amplas hingga serat kayu terlihat. Kemudian aplikasikan kembali plitur kembali. Proses aplikasi plitur bisa dilakukan berulangkali hingga mendapatkan warna cat plitur yang diinginkan.

Tantukan Plitur Kayu, Solvent atau Water Based?

Dalam proses finishing ini Anda harus mengetahui karakter plitur kayu yang digunakan atau dipilih. Ada dua jenis plitur yang mendasar yaitu plitur solvent based dan plitur water based. Keduanya memiliki karakter yang berbeda sehingga Anda tidak bisa menggunakan plitur solvent based seperti water based. Misalnya pada bagian cara aplikasi plitur, plitur solvent based membutuhkan penjemuran sedangkan water based tidak. Anda harus menjemur plitur solvent based karen bahan pelarut solvent akan cepat menguap jika terkena panas sedangkan jika tidak dijemur maka akan ada efeknya yaitu muncul bayang warna putih. Ada banyak lagi perbedaaan keduanya yang akan diulas dalam artikel ini.

Perbedaan mendasar dari plitur solvent dan plitur water based adalah bahan baku dan bahan pelarutnya. Walaupun sama-sama menggunakan resin sebagai bahan utama, produk water based membutuhkan emulsifier untuk menyatukan antara resin dan air. Sedangkan untuk plitur solvent antara solvent dan resin sangat mudah menyatu menjadi cairan plitur. Untuk ketahan, produk cat plitur kayu solvent terkenal tahan digunakan di dalam indoor saja sehingga jika Anda akan menggunakannnya pada furniture outdoor seperti gazebo, garden furniture, pagar, dll tidak akan bertahan lama. Sedangkan plitur water based memiliki ketahan yang bagus dengan bisa diaplikaskan pada furniture outdoor. Ketahanan plitur water based pada  perubahan cuaca lebih baik sehingga mampu melindungi dengan baik.

Inilah Cara Menggunakan Plitur Kayu Yang Benar

Kelebihan dari plitur kayu solvent adalah tampilan. Memang benar jika masalah tampilan plitur solvent akan lebih unggul karena memiliki tingkat glossy yang lebih baik dibandingkan dengan plitur water based. Terlebih jika Anda menggunakan plitur melamin yang memiliki tingkat glossy tinggi yaitu high gloss. Plitur water based yang merupakan teknologi terbaru ini juga masih dalam tahap pengembangan yang lebih baik lagi agar bisa memberikan tampilan yang tidak kalah dengan plitur solvent. Kita tunggu saja perkembangannya.

Soal Keamanan Plitur Solvent dan Plitur Water Based

Ada satu kelebihan plitur kayu water based yang sangat diperhatikan dan juga salah alasan terbesar mengapa plitur water based diciptakan dan dibutuhkan pada saat ini. Sebelumnya di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa furniture yang digunakan adalah jenis furniture yang praktis dan memiliki tampilan mewah dan maksimal. Tentu saja pada saat ini negara-negara tersebut menggunakan plitur solvent.

Alasan tampilan selalu menjadi alasan utama, tetapi dibalik itu terdapat resiko berat yang akan dialami manusia di masa depan yaitu penyakit. Bahan solvent yang dicampur dengan resin ini sebenarnya adalah bahan kimia beracun yang tidak cocok untuk tubuh manusia.

Ketika plitur solvent telah diaplikasikan pada furniture dan diletakan dalam sebuah ruangan maka bahan kimia beracun tersebut akan menguap dan memenuhi udara di dalam rungan yang sudah pasti akan menimbulkan polusi udara. Jika ruangan tersebut adalah kamar maka Anda akan menghirup udara polusi setiap malam!

Inilah Cara Menggunakan Plitur Kayu Yang BenarInilah Cara Menggunakan Plitur Kayu Yang Benar

Jika setiap Anda menghirup udara polusi di dalam kamar tentu saja akan ada efek kedepannya yang sangat berbahaya. Di luar negeri bahkan telah dilakukan penelitian mengenai ini pada tikus. Hasilnya tikus tersebut tumbuh sel kanker yang sangat berbahaya, dan para ahli pun mengambil kesimpulan hal ini juga bisa terjadi pada manusia. Maka saat ini negara-negara maju telah melarang penggunaan plitur solvent. Untuk menggantikan plitur solvent ini diciptakanalah plitur water based yang bebas bahan kimia beracun. Walaupun begitu, masih banyak juga industri yang memanfaatkan bahan beracun tersebut dan mencampurkannya pada produk plitur water based.

Mengatasi hal tersebut maka banyak standar regulasi mengenai bahan kimia yang aman digunakan di dalam plitur serta ambang batas penggunaan bahan kimia tersebut agar tidak berbahaya pada manusia. Seperti standar regulasi ECHA (European Chemical Agency) yang melarang penggunaan 82 bahan kimia berbahaya pada bahan cat. Ada juga di Amerika yaitu standar regulasi US EPA (Enviromental Protection Agency) yang mengatur ambang batas penggunaan VOC (Volatile Organic Compound).

Setiap beberapa tahun sekali US EPA selalu mengatur ulang ambang batas penggunaan VOC yang semakin sedikit kadarnya tiap tahunnya agar lebih menjaga kesehatan manusia dan lingkungan. Untuk alternatif Anda yang tinggal di Indonesia, salah satu produk plitur kayu water based yang bisa digunakan adalah Biovarnish.

Produk ini dibuat dengan mengikuti standar regulasi ECHA dan US EPA sehingga tidak ada bahan kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya. Demi keamanan Anda dan keluarga tercinta sebaiknya Anda selalu menggunakan bahan finishing yang aman dan ramah lingkungan.

CS Biovarnish