Bermasalah Dengan Warna Wood Filler? Ini Solusinya

160
Bermasalah Dengan Warna Wood Filler? Ini Solusinya

Mengisi lubang paku atau menambal kekurangan dalam proyek-proyek woodworking cukup mudah menggunakan berbagai produk wood filler yang tersedia. Apa yang tidak begitu mudah adalah mencocokkan warna dari pengisi tersebut dengan noda yang digunakan pada kayu. Setiap tukang kayu terbiasa dengan hasilnya potongan kayu yang menarik di mana lubang-lubang paku yang penuh terlihat jelas karena warnanya sedikit berbeda. Masalahnya dapat terjadi apakah Anda menerapkan filler terlebih dahulu, kemudian pasir dan noda; atau jika Anda menodai lebih dulu dan kemudian mencoba mengisi lubang kuku pada pekerjaan yang sudah selesai:

  • Bermasalah Dengan Warna Wood Filler? Ini Solusinya
    Warna berbeda pada kayu karena kesalahan menggunakan wood filler.

    Wood filler biasanya tidak menyerap noda seperti halnya kayu alami. Hal ini dapat menyebabkan bintik-bintik wood filler tampak lebih terang atau lebih gelap dari kayu bernoda sekitarnya. Noda yang sama digunakan dalam potongan kayu hanya terlihat berbeda ketika diterapkan pada wood filler.

  • Jika wood filler ditempatkan pada kayu yang belum selesai, dibiarkan kering, dan kemudian diamplas siram, mereka sering akan menyebabkan daerah sekitarnya tampak berubah warna setelah selesai diterapkan. Ini terjadi karena serbuk residu dari filler menginfiltrasi butiran kayu di sekitar lubang kuku.
  • Ada sejumlah teknik untuk menangani masalah-masalah ini, dan apa yang berhasil pada satu proyek mungkin tidak berfungsi dengan baik pada proyek lain. Namun, dengan menguji pada skrap, Anda harus dapat menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan rencana pengerjaan kayu Anda.

Cara lain untuk meminimalkan masalah adalah dengan menerapkan filler kayu sebelum Anda memulai langkah pengamplasan proyek woodworking Anda. Akibatnya, filler dan kayu di sekitarnya akan diamplas pada saat yang sama, sehingga meminimalkan perbedaan tekstur antara area yang terisi dan stok sekitarnya. Dengan tekstur yang seragam, noda yang diterapkan akan menyerap dengan cara yang lebih seragam dan meminimalkan perbedaan warna. Penting untuk benar-benar membersihkan debu pengamplasan sebelum pewarnaan.

Menyamakan Warna Kayu dengan Wood Filler

Seringkali selain aplikasi yang tidak tepat, warna dari wood filler tida sama dengan warna dari kayu. Anda hanya akan menemukan beberapa pilihan warna yang muncul dari produsen atau pabrik pembuat wood filler. Biasanya warna yang diciptakan adalah warna yang sesuai dengan tipe kayu yang sering digunakan misalnya saja seperti warna kayu jati, warna kayu ramin, mahoni dan juga sungkai.

CS Biovarnish

Keterbatasan warna tersebut memang sulit untuk disamakan dengan warna dari berbagai jenis kayu. Terlebih lagi jika Anda menggunakan kayu berwarna putih terang seperti kayu jati belanda. Pada akhir finsihing padahal Anda menginginkan warna natural atau warna asli dari kayu jati belanda tersebut.

Tentu saja Anda akan kesulitan ketika menggunakan wood filler warna kayu jati atau bahkan warna mahoni yang kemerahan. Lantas apa yang harus Anda lakukan untuk menutup lubang dan mendapatkan warna kayu yang sama rata?

Jawabannya ada bervariasi cara yang bisa Anda dapatkan. Anda bisa mendapatkan warna yang sama jika Anda menggunakan serbuk kayu. Anda bisa mencampurkan warna wood filler yang mirip dengan warna kayu jati belanda kemudian Anda bisa mencampurkannya dengan warna wood filler mirip seperti warna ramin.

Warna dari serbuk kayu akan menyamarkan warna dari wood filler yang cenderung lebih kecokelatan. Cara lain paling mudah dan dapat Anda lakukan pada semua jenis kayu adalah dengan menggunakan pemutih kayu aman seperti white agent 250.

Warna kayu apapun bahkan warna kayu yang gelap akan Anda dapatkan sama seperti warna wood filler yang kemudian akan Anda lapisi kembali dengan wood stain. Cara mudah tersebut bisa Anda lakukan dalam tutorial berikut ini:

  1. Bermasalah Dengan Warna Wood Filler? Ini Solusinya
    Aplikasi wood filler pada lantai kayu.

    Bersihkan kayu dan juga lubang kayu dari kotoran yang melekat bisa menggunakan amplas kemudian di lap hingga benar-benar bersih.

  2. Selanjutnya Anda bisa mengaplikasikan white agent 250 yang telah dicampur dengan air sesuai petunjuk. Lakukan aplikasi sesuai dengan perintah dari kemasan dan pastikan warna cerah yang didapatkan telah sesuai dengan warna yang Anda inginkan.
  3. Jika aplikasi white agent 250 telah selesai Anda bisa mengaplikasikan wood filler ramin langsung menggunakan pisau scrape. Aplikasikan hingga lubang benar-benar tertutup kemudian Anda bisa langsung menunggu kering.
  4. Wood filler akan kering setelah kurang lebih 20 menit setelah itu Anda bisa langsung mengamplas dengan kertas amplas hingga permukaan benar-benar berubah menjadi halus.

Permukaan kayu yang berlubang akan tertutup dengan rapi setelah Anda mengamplas. Pengamplasan yang dilakukan bisa menggunakan kertas amplas aluminium oxide no. 240 sambil ditekan hingga wood filler cepat rata.

Apabila Anda ingin mendapatkan hasil yang ebanr-benar rata,balutkan ampalas pada balok kayu hingga permukaan benar-benar rata. Setelah itu Anda bisa melakukan pengemplasan.

Hasil Warna Kayu Natural dengan Wood Filler

Anda akan mendapatkan warna kayu yang rata dan juga tambalan wood filler tersamarkan? Tenang saja Anda bisa melakukannya jika mengikuti langkah di atas. Karena warna dari wood filler akan tersamarkan setelah Anda melakukan pemutihan kayu dengan white agent 250.

Jika Anda ingin mendapatkan warna natural maka ada langkah selanjutnya yang bisa dilakukan. Caranya cukup mudah yaitu Anda bisa langsung mengaplikasikan dengan sanding sealer dan poles kayu berkualitas. Aplikasi sanding selaer dan poles kayu yang dilakukan bisa mengikuti langkah berikut ini:

  1. Bermasalah Dengan Warna Wood Filler? Ini Solusinya
    Pengecatan kayu dengan kaus spon setelal aplikasi wood filler.

    Setelah permukaan kayu berubah menjadi halus dan rata setelah proses aplikasi wood filler, bersihkan debu amplas dengan lap hingga benar-benar bersih. Langkah ini penting untuk mendapatkan hasil yang halus.

  2. Setelah itu campurkan sanding sealer dengan air dengan perbandingan sesuai dengan kemasan produk yang Anda gunakan. Semprotkan secara merata hingga semua permukaan kayu tertutup.
  3. Tunggu sanding sealer hingga benar-benar mengering dan Anda mendapatkan permukaan kayu yang halus dan kering. Bahkan Anda bisa mengaplikasikan hingga dua kali.
  4. Terakhir apabila permukaan sudah benar-benar kering Anda bisa mengaplikasikan poles kayu. Pilih produk poles kayu yang aman dan juga berkualitas karena tampilan natural akhir akan tergantung dengan produk yang Anda pilih atau gunakan.

Tips terakhir apabila Anda ingin mendapatkan produk bahan finsihing seperti langkah-langkah di atas selalu pilih produk yang aman dan juga ramah lingkungan. Produk yang aman tentu saja selalu terbuat dari bahan air.

Produk finishing berbahan air bisa Anda temukan dalam merk wood filler Biovarnish dan juga BioColours sanding sealer. Produk-produk ini bisa Anda gunakan tanpa terganggu dengan bau yang menyengat ketika aplikasi.

Jika Anda membutuhkan produk poles kayu maka pilihlah Biopolish Linseed Oil yang merupakan produk poles kayu yang terbuat dari lilin lebah. Produk Biopolish akan melindungi furnitur pada rumah Anda sekaligus memberikan tampilan yang natural.

Tidak hanya itu produk poles yang aman tentu saja tidak akan mengancam nyawa Anda seperti produk bahan finsihing berbahaya lainnya.