Mengubah Furniture Memiliki Tampilan Patina dengan Sederhana

Kata patina seringkali muncul dalam desain dan dekorasi namun belum tentu semua orang mengenal apa artinya. Namun walaupun banyak yang tidak mengenal apa itu patina, hasil finishing ini sering digunakan. 

Pada furniture bergaya antik atau furniture yang tampak lapuk, warna patina sering muncul digunakan. Perpaduan warna yang cantik jika Anda menyukai hasil finishing yang membuat furniture tidak terlihat baru namun sebaliknya. 

Bagaimana cara untuk mendapatkan warna yang indah tersebut? Cara satu-satunya yang bisa Anda ketahui adalah mengenal apa itu patina. Mengetahui artinya membuat Anda mengenal konsep dari hasil finishing yang diinginkan. 

Tidak ada cat yang digunakan khusus untuk mendapatkan hasil warna patina, namun Anda harus menggabungkan beberapa bahan dan teknik untuk mencapai hasil tersebut. Bagaimana seorang pemula dalam bidang finishing bisa mendapatkan hasil finishing patina? 

Simak lebih lengkap mengenai apa itu patina hingga berbagai cara dan produk apa yang sebaiknya digunakan untuk menghasilkan finishing patina disini. 

Apa Itu Finishing Patina?

Dalam sebuah desain patina mengacu pada lapisan yang lapuk atau memiliki nada dalam sebuah barang. Benda antik atau dekoratif sering memiliki tampilan patina dan inilah yang membuatnya menjadi lebih istimewa. 

Barang dekoratif yang lebih baru terkadang di finishing untuk menghasilkan tampilan yang sebenarnya lebih tua daripada yang sebenarnya. Inilah keasyikan yang akan Anda dapatkan ketika melakukan proses finishing dengan hasil patina. 

Barang-barang yang terbuat dari tembaga tidak dilapisi cat seperti pernis untuk melindungi permukaannya pada zaman dahulu. Sehingga warna kehijauan akan muncul seiring waktu dan warna ini adalah patina yang disebut ‘verdigris; dan mengacu pada rna hijau yang terdapat pada permukaan. 

Walaupun beberapa orang lebih suka memiliki penampilan tembaga yang baru bukan berarti tampilan verdigris ditinggalkan. Ada sebagian orang yang lebih memilih tampilan rona kehijauan tersebut. 

Cara untuk mengubah tembaga baru memiliki tampilan lapuk biasanya melibatkan bahan kimia khusus. Benda logam lainya seperti perak, besi dan besi juga bisa dikembangkan untuk memilikitampilan patina. 

Biasanya akan muncul dalam bentuk karat untuk besi atau bisa juga dengan tampilan film  yang kusa. Permukaan akan lebih gelap di atas permukaan benda tersebut. Warna patina paling banyak diminati oleh kolektor benda antik. 

Sebagian besar waktu patina juga dapat dihilangkan warnanya jika Anda menggunakan lapisan cat. Artinya Anda akan membentuk tampilan patina hanya menggunakan lapisan coating yang baru. 

Hal ini biasanya sering terjadi pada benda-benda kayu seperti furniture. Kayu bekas peti kemas atau furniture bekas seringkali menjadi objek para pengrajin kayu rumahan untuk menciptakan furniture yang antik. 

Hasilnya furniture tersebut dapat digunakan dalam rumah untuk semua gaya mulai dari antik hingga kontemporer. Anda bisa menggabungkan atau mendekorasi ruangan menggunakan furniture warna patina dengan objek baru untuk perbandingan besar. 

Tekstur tampilan gloss dengan kilaiunya yang fantastis akan kontras jika disejajarkan dengan benda yang tampak lapuk. Jika Anda bosan dengan tampilan patina, cat pada permukaan kayu dapat dihilangkan dan Anda bisa mendapatkan tampilan baru lainnya. 

Selama Anda masih menggunakan jenis kayu solid yang kuat dan tebal, furniture masih bisa terus menerus memperbaharui tampilannya. Tanpa harus membuang uang lebih banyak untuk membeli furniture yang baru. 

Cara hemat ini banyak diminati oleh para DIY woodworking yang ingin mendapatkan objek murah dan berkelas. Inilah yang menjadi daya tarik pada tampilan patina pada furniture kayu. Anda akan melihat kayu tampak usang karena cuaca walaupun sebenarnya itu terbuat dari kayu yang baru.

Ada beberapa pilihan warna dari tampilan patina bisa memiliki warna natural kayu atau warna solid. Hal ini tergantung dengan kayu yang ingin Anda tampilkan. Dilihat dari perbedaan warna ini maka akan lebih mudah menciptakan tampilan patina dengan menggunakan cat. 

Kayu yang memiliki tampilan patina adalah campuran dari efek penuaan yaitu dengan cara menggosok atau mengamplas. Bisa juga membersihkan debu dan waxing bersama dengan oksidasi kayu akibat paparan sinar matahari. 

Menunggu kayu untuk memiliki tampilan warna patina dengan sendirinya tentu membutuhkan banyak waktu. Oleh karena itu Anda harus memanfaatkan cat untuk membuatnya lebih cepat. 

Proses alami tersebut akan menghasilkan warna seperti perunggu dan berbeda pada setiap jenis kayu mengingat semua kayu memiliki warna berbeda. Mosalnya saja pada warna  kayu mahoni yang kemerahan. 

Hasil patina pada kayu mahoni adalah lembut, coklat emas dan juga abu-abu. Semburat keabu-abuan dalam kayu oak akan berubah menjadi warna yang kaya dengan coklat. Semenara permukaan kayu yang datar akan berevolusi seirng waktu tidak dengan bagian sudut. 

Bagian sudut pada furniture akan memperlihatkan warna yang lebih gelap misalnya saja pada cekungan ornamen seperti pahatan, bagian dalam furniture dan juga bagian siku furniture. 

Mengenal perubahan warna ini sangat penting ketika Anda akan memilih warna cat yang tepat. Baik itu finishing dengan solid dan natural efek silver tidak akan terlepas dari hasil finishing patina. 

Macam-Macam Cara Mendapatkan Hasil Patina

Tantangan terbesar dari seseorang untuk mendapatkan tampilan patina pada kayu adalah bahan dan juga teknik. Anda merusak kayu dan itu membutuhkan sedikit teknik yang mungkin selama ini tidak terbayangkan. 

Bahan yang digunakan juga tersebar banyak di toko namun karena banyaknya pilihan akan mudah membuat Anda cepat bingung. Bagaimana mengatasinya? Berikut ini beberapa cara untuk mendapatkan hasil tampilan patina. 

Cara-cara berikut ini lebih mudah dan tidak harus menggunakan produk berkualitas tinggi. Anda hanya perlu memahami konsepnya kemudian mengaplikasikan percobaan pada sepotong kayu. Sebelum Anda menggunakannya pada furniture yang asli. 

Berikut ini beberapa macam cara yang patut untuk dicoba. 

  • Milk Paint Antik

Mendapatkan tampilan furniture antik dengan milk paint. Cat ini berbentuk bubuk jadi lebih mudah digunakan dan disimpan. Selain milk paint Anda juga membutuhkan beeswax, kuas, pisau palet, kain katun dan isolasi. 

Langkah pertama adalah dengan mengaplikasikan beeswax pada bagian tertentu seperti siku atau sudut furniture yang biasanya mudah aus. Tidak masalah jika sebelumnya furniture telah dipernis. Cukup bersihkan furniture dengan kain sebelum Anda mengaplikasikan beeswax. 

Campurkan bubuk milk paint dengan air sesuai petunjuk kemasan kemudian tunggu 10 agar pigmen menyatu. Lanjutkan dengan menguaskan ke seluruh permukaan kayu secara merata.  Tunggu lapisan mengering 90% kemudian gunakan pisau palet untuk gosok permukaan cat pada bagian yang biasanya mudah aus. 

Siapkan isolasi kemudian rekatkan dan tarik bagian yang tadi telah discrape. Dengan kain katun aplikasikan beeswax kembali dengan cara ditekan dan memutar ke seluruh bagian.

  • Wash finish

Tampilan ini berbeda dengan milk paint dimana warna solid yang lebih dominan. Pada finishing wash Anda akan melihat keindahan kayu yang lebih besar.  Lakukan finishing ini pada permukaan kayu yang belum terlapisi cat. 

Bahan yang dibutuhkan adalah Bioduco chalk paint, kuas berbulu nilon berukuran besar,  dan juga top coat matte. Aplikasikan chalk paint yang sudah diencerkan dengan sedikit air. 

Kuaskan pada permukaan kayu hingga memperlihatkan wood grain kemudian. Bersihkan permukaan kayu dengan kain dan warna akan tertinggal di antara serat kayu yang terbuka. Ketika kering aplikasikan top coat matte untuk memberikan hasil yang lebih terlindungi. 

Selain top coat Anda juga bisa menggunakan beeswax untuk memberikan perlindungan namun tetap memiliki warna yang natural. 

  • Finishing efek kayu bekas kapal

Warna patina juga sering muncul pada kayu bekas kapal. Kerusakan yang diakibatkan cuaca panas bersama air garam dari luar membuat kayu memiliki tampilan yang berbeda. Anda bisa menghasilkan tampilan yang sama dengan cat. 

Bahan yang dibutuhkan adalah dua warna dari chalk paint, pisau palet, amplas, kuas berbulu nilon, kain dan juga beeswax. Memulai dengan mengamplas permukaan kayu, aplikasikan chalk paint pertama tunggu kering. Tidak perlu merata dalam aplikasinya. 

Aplikasikan chalk paint warna kedua di atasnya tidak harus merata. Kemudian gunakan pisau palet untuk mengelupas beberapa bagian di permukaan kayu yang datar. Kemudian amplas permukaannya untuk menghaluskan cat yang mengelupas. 

Aplikasikan beeswax pada permukaan kayu untuk memberikan tampilan sedikit gloss dan perlindungan tambahan. 

  • Chippy finishing

Tampilan usang pada furniture yang akan membangkitkan warna patina bisa dibentuk dengan adanya kerusakan yang disebut chippy. Langkah ini digunakan untuk memperlihatkan warna kayu asli di beberapa bagian. Warna yang digunakan adalah perpaduan tiga warna cat sekaligus. 

Bahan yang dibutuhkan untuk finishing ini adalah kuas berbulu yang sudah kering. Dua warna dari chalk paint dan glaze. Amplas kasar, halus dan juga top coat matte. Memulai dengan mengamplas permukaan dengan ampas kasar. 

Anda tidak membutuhkan hasil yang halus untuk langkah ini. Aplikasikan chalk paint warna pertama dengan kuas yang sudah kering. Tidak masalah jika Anda melihat efek brush mark. Setelah kering aplikasikan chalk paint warna kedua. Proses penguasan tidak perlu merata karena Anda akan memperlihatkan warna kayu asli. 

Saatnya mengamplas, gunakan amplas hingga warna kayu terlihat di beberapa bagian. Baru amplas dengan amplas grit besar untuk menghaluskan. Kini aplikasikan glaze yang sudah diencerkan, kuaskan merata dengan kuas bulu halus. 

Efek chips akan terlihat setelah Anda menghapus kelebihan dari glaze yang baru mulai mengering. Setelah kering aplikasikan top coat matte. 

  • Finishing crackle

memperlihatkan retaan juga salah satu dari efek patina yang biasanya muncul pada kayu. Jika Anda mencermati furniture antik maka retakan pada cat tidak akan terlepas dari penglihatan. Hasilnya justru cantik karena tampilan patina akan ditambah dengan garis elegan dari retakan yang alami. 

Bahan yang dibutuhkan adalah chalk paint. Sebagai permulaan Anda bisa menggunakan satu jenis warna saja. Alat yang dibutuhkan adalah hair dryer, amplas dan untuk lapisan terakhir Anda membutuhkan top coat. 

Caranya adalah aplikasikan chalk paint menggunakan kuas seperti biasa. Kemudian Anda tidak harus menunggu untuk kering namun gunakan hair dryer untuk memaksa proses kering. Karena terbuat dari air maka udara panas akan menciptakan retakan yang natural. 

Jika retakan sudah muncul pada beberapa bagian diamkan hingga cat mengering dengan sendirinya. Amplas permukaan secara ambang kemudian lapisi dengan top coat matte. Efek retakan akan bertahan lama selama Anda menggunakan top coat.

Artikel "Finishing Kayu"

About Us

Catkayu.com merupakan web official untuk produk Biovarnish, bahan finishing kayu water based yang aman dan ramah lingkungan.

Biovarnish merupakan bahan finishing kayu berbahan dasar water-based acrylic dengan sistem aplikasi oles atau kuas, digunakan untuk finishing kayu interior / exterior seperti interior & eksterior furniture, wood building (gazebo, door, wall, pergola, pagar), toys and craft.

WA: 082219357399

©2015 - 2019 CatKayu.com - All Right Reserved.