Furniture Masih Berjamur Padahal Sudah Dicat? Ini Solusinya

103
Furniture Masih Berjamur Padahal Sudah Dicat? Ini Solusinya

Seringkali para ibu rumah tangga menemukan jamur yang muncul pada permukaan furniture. Baik itu lemari, meja belajar bahkan pada meja makan jamur bisa tumbuh. Padahal furniture kayu yang digunakan sudah dilapisi oleh cat dan dibersihkan setiap hari dari debu dan kotoran. Lalu mengapa jamur masih tetap tumbuh?

Furniture kayu memang tidak bisa terlepas dari pertumbuhan jamur. Ada banyak alasan mengapa jamur ini bisa tumbuh walaupun kebersihannya tetap dijaga. Jamur bisa muncul pada furniture kayu papun baik itu kayu solid maupun kayu buatan. Jamur akan muncul karena alasan utamanya adalah kelembaban.

Baik itu kayu buatan atau kayu solid memiliki rongga atau pori yang membuat kelembaban mudah meresap ke dalamnya. Terlebih jika Anda memiliki meja makan kayu maka tumpahan air akan bisa meresap ke dalamnya. Air dari tumpahan botol minum atau kelembaban akan meresap hingga ke bagian dalam substrat kayu.

Jika keadaan yang terjadi tidak berubah dan suhu ruangan tetap lembab maka muncullah jamur permukaan pada furniture. Jamur permuakaan ini berbentuk putih dan timbul seperti bulu-bulu kapas. Memang jamur ini mudah dibersihkan dengan dilap saja namun beberapa hari kemudian akan timbul kembali.

CS Biovarnish

Jamur yang dibiarkan begitu saja akan bertambah banyak dan akibatnya bekas pertumbuhan jamur berwawarna hitam akan muncul. Inilah kondisi furniture harus diberikan lapisan cat ulang dan juga diperbaiki dengan benar. Menjaga suhu ruangan tetap kering dengan bahan penyerap kelembaban seperti dessicant pole akan sangat membantu.

Kondisi furniture yang telah rusak akibat jamur permukaan yang membekas harus segera diperbaiki. Jika tidak jamur akan merusak sampai pada seluruh bagian kayu baik itu dengan mengundang rayap atau membuatnya menjadi lapuk.

Furniture Masih Berjamur Padahal Sudah Dicat? Ini Solusinya
contoh jamur permukaan yang tersembunyi pada bagian bawah furniture

Masalah jamur ini bisa diatasi dengan beberapa cara, pertama mengecat ulang seluruh bagian furniture, mengobati kayu dengan obat anti jamur kemudian menjaga suhu ruangan tetap kering. Ketiga hal ini bukanlah suatu kondisi yang sulit bahkan terbilang sangat mudah untuk dilakukan.

Pemilihan Bahan Finishing Anti Jamur dan Rayap

Apabila Anda memiliki proyek baru yakni mengatasi jamur pada furniture maka pengecatan ulang dengan cat anti jamur sangat dibutuhkan. Mungkin sebelumnya furniture dilapisi dengan pernis atau plitur yang tidak memiliki kandungan bahan anti jamur. Inilah yang memudahkan jamur untuk tumbuh walaupun furniture sudah dilapisi dengan bahan cat.

Salah satu produk cat yang telah mengandung bahan anti jamur adalah Biovarnish. Produk ini adalah pengganti plitur dan pernis sangat efektif melindungi furniture dari serangan jamur. Jamur yang tumbuh akan dihambat pertumbuhannya bahkan dimulai dari penutupan pori kayu sehingga kelembaban tidak akan meresap ke dalam.

Jika ingin memulai melakukan proyek finishing ulang furniture berjamur mulailah dengan menghilangkan lapisan cat yang lama. Proses menghilangkan lapisan cat yang lama dapat dimulai dari penggunaan bahan kimia khusus yakni paint remover. Bahan ini sangat keras dan bekerja menghilangkan lapisan cat pada furniture.

Tuangkan paint remover ini pada permukaan furniture, setelah beberapa saat maka lapisan cat akan mulai menggelembung dan mengelupas. Gunakan pisau palet untuk menyusuri semua lapisan cat hingga mengelupas. Setelah selesai lanjutkan dengan pengamplasan hingga permukaan berubah menjadi halus.

Pengamplasan juga akan membantu lapisan cat baru yakni Biovarnish akan meresap ke dalam pori kayu dengan baik. Selesai mengamplas jangan lupa untuk menghilangkan debu amplas dengan kain lap. Lakukan proyek finishing selanjutnya di dalam ruangan agar dalam kondis cuaca apapun Anda tidak akan terganggu dan hasil finishingnya akan tetap baik.

Melanjutkan proses finishing dengan Bovarnish, berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

  1. Pendempulan

Proses pertama adalah mendempul , karena akan mendapatkan hasil finishing natural maka gunakan Biovarnish wood filler sesuai dengan warna yang diinginkan. Campurkan wood filler dengan sedikit air, proses aplikasi akan menggunakan kain katun yang kering. Ambil larutan wood filler yang kental tersebut kemudian usapkan pada seluruh permukaan kayu. Usap sambil tekan dengan arah memutar, apabila ada bagian yang sudah kering tinggalkan agar mengeras. Setelah kering selama 20 menit lanjutkan dengan pengamplasan hingga warna kayu dan serat kayu terlihat. Proses pendempulan selesai.

  1. Pewarnaan kayu
Furniture Masih Berjamur Padahal Sudah Dicat? Ini Solusinya
mengecat wood stain dengan kuas busa

Proses ini akan menggunakan Biovarnish wood stain sesuai dengan warna kayu yang diinginkan. Terdapat 20 pilihan warna yang sesuai. Campurkan wood stain pada gelas plastik dengan air gunakan perbandingan 4 bahan : 1 air kemudian aduk rata. Gunakan kuas busa dan celupkan sedikit pada bagian ujung. Kuaskan secara merata searah serat kayu dan tunggu sampai kering tanpa dijemur. Lapisan akan kering setelah 60 menit kemudian amplas ambang dengan amplas 400.

  1. Lapisan cat anti jamur

Lapisan akhir ini menggunakan Biovarnish clear coat dicampur dengan BioCide SFP yang akan menguatkan kandungan anti jamur.  Tampilan akhir bisa dipilih sesuai selera yaitu gloss atau matte. Campurkan clea coat, BioCide SFP dan juga air ke dalam wadah plastik. Kuaskan dengan kuas sponge ke seluruh permukaan kayu hingga rata. Pastikan penguasan searah dengan serat kayu. Tunggu furniture mengering setidaknya 24 jam.

Tips Perawatan Furniture dari Jamur

Menggunakan bahan cat anti jamur saja juga tidak cukup apabila Anda tidak melakukan perawatan furniture secara rutin. Perawatan furniture bukan sekedar membersihkan dari debu menggunakan kemoceng saja namun juga menggunakan bahan poles. Poles kayu akan sangat efektif memberikan penampilan furniture cerah sekaligus menambah perlindungan.

Furniture Masih Berjamur Padahal Sudah Dicat? Ini Solusinya
memoles furniture dengan bahan poles dan kain

Bahan poles kayu yang disarankan untuk digunakan tidak lain adalah Biopolish Beeswax. Anda bahkan tidak perlu khawatir apabila ingin menggunakannya pada furniture yang bersentuhan langsung dengan makanan seperti kabinet dapur atau meja makan. Biopolish Beeswax terbuat dari bahan yang aman apabila bersentuhan dengan makanan.

Cara aplikasi Biopolish Beeswax cukup mudah, bersihkan permukaan furniture dengan kain dari debu dan kotoran yang menempel. Setelah itu ambil sedikit bahan menggunakan kain kering kemudian usapkan pada seluruh permukaan furniture kayu. Usapkan sambil tekan hingga bahan benar-benar meresap.

Tidak lama permukaan furniture kayu yang telah dipoles akan kering dan memiliki penampilan yang sedikit mengkilap. Menggunakan bahan poles ini akan memperkuat lapisan coating yakni Biovarnish clear coat lebih tahan lama daripada sebelumnya.

Namun perlu diingat, aplikasi Biopolish Beeswax hanya dilakukan setidaknya satu bulan sekali. Ini akan mencegah timbulnya jamur akibat aplikasi yang terlalu sering. Selain itu juga, pada saat aplikasi pastikan Anda tidak terlalu banyak mengambil pasta poles.

Jika permukaan kayu terlalu banyak dipoles atau terlalu tebal akan menimbulkan kelembaban yang juga akan mengundang jamur. Nah dengan begini furniture akan benar-benar bebas jamur. Bahkan jamur permukaan yang membandel dan sulit dihilangkan tidak akan tumbuh dengan mudah.

CS Biovarnish