Cara Memilih Wood Stain untuk Mengecat Pintu Utama

Kayu adalah  bahan yang indah, tetapi tidak semua kayu memiliki tampilan yang sama indahnya. Kayu pilihan memiliki harga yang mahal karena keindahan warna dan juga serat kayu. 

Kayu furniture yang umum kurang diminati bikan keran tidak bekerja dengan baik seperti kuat dan tahan lama namun karena tidak memiliki penampilan yang bagus. Furniture antik tidak memandang bahwa terbuat dari kayu keras atau lunak namun karena kayu tersebut memiliki tampilan patina yang tidak dimiliki oleh kayu baru. 

Pewarnaan pada kayu dilakukan karena berbagai macam alasan. Jika cat warna kayu digunakan dengan tepat maka dapat menekan serta kayu dan menciptakan karakter kayu. Langkah ini akan mempertajam warna pada serat kayu yang pucat. 

Langkah ini tidak selalu disarankan namun dapat memecahkan berbagai masalah pada furniture yang kurang menarik. Sebelum Anda menodai perabot apa pun, perhatikan baik-baik. Jika terbuat dari ceri, maple, mahoni, rosewood, pinus, atau salah satu dari kayu langka maka tidak boleh langsung diberi warna. 

Jika kayu yang digunakan memiliki pori yang relatif tidak besar mungkin Anda bisa langsung mengaplikasikan cat warna kayu natural. Misalnya saja seperti Beech, birch, poplar, ash, dan gum. Beberapa kayu seperti oak memiliki khas yang menarik untuk bisa di finishing dengan wood stain atau tidak. 

Secara umum, lebih baik tidak menodai jika Anda tidak yakin akan jenis permukaan atau pori kayunya. Jenis kayu bukan satu-satunya pedoman untuk pewarnaan. Preferensi Anda sendiri harus menjadi faktor penentu yang utama.

Untuk mendapatkan gambaran bagaimana furniture itu terlihat tidak ternoda, ujilah tempat yang tidak menarik misalnya seperti di bagian bawah meja. Hasil finishing apapun yang Anda inginkan dapat diterapkan. 

Jika Anda suka tampilannya dari kayu asli maka tidak perlu menodai kayu. Jika Anda menginginkan warna yang lebih gelap atau pola serat yang lebih jelas, lanjutkan dan warnai. Setelah Anda tahu jenis kayu apa yang sedang Anda kerjakan, akan lebih mudah untuk memilih wood stain yang akan menajamkan dan memberi penampilan menarik pada kayu. 

Ada banyak jenis untuk dipilih wood stain. Perhatikan bagaimana cara Anda memilih dari berbagai jenis wood stain yang tersedia di pasaran. 

Macam-Macam Jenis Wood Stain yang Tersedia

Beberapa jenis cat natural tersedia di pasaran. Jenis-jenis cat ini adalah wood stain water based, wood stain minyak, organic stain, oil dan berbagai jenis lainnya. Cara kerja mereka juga berbeda, beda ada yang langsung menyerap ke dalam permukaan kayu dan ada pula yang hanya melapisi pada permukaan saja. 

Beberapa jenis wood stain ada yang telah digabung dengan sealer dan biasanya diberikan label stain/ sealer. Tidak semua bahan finishing tersebut mudah untuk diaplikasikan dan menjamin hasil yang baik. Jadi luangkanlah waktu untuk memilih wood stain yang tepat. 

Ketika mempertimbangkan, ada beberapa hal yang diperhatikan. Pertama adalah jenis top coat yang akan digunakan. Kebanyakan top coat dapat diaplikasikan pada sebagian besar jenis wood stain kecuali pernis polyurethane. 

Jika Anda ingin menggunakan lapisan polyurethane (karena hasilnya yang tahan lama) maka carilah wood stain yang compatible dengan polyurethane. Jika tidak mendapatkan jenis wood stain yang kompatibel maka triknya adalah menerapkan sanding sealer. 

Sanding sealer akan menjadi lapisan tengah yang merekatkan lapisan diatas atau di bawahnya. Menggunakan sanding sealer artinya Anda harus menyiapkan budget yang lebih banyak lagi. 

Pernis biasa dapat diaplikasikan di atas jenis wood stain jika Anda ingin mendapatkan hasil yang mengkilap. Walaupun kekuatan dari pernis tersebut tidak akan sebaik dengan polyurethane. 

Pertimbangan kedua dalam memilih wood stain adalah pekerjaan yang Anda inginkan. Wood stain paling umum menggunakan bahan dasar pigmen yang dicampur dalam minyak dan terpentin. Bisa juga menggunakan pewarna anilin yang dicampur dengan terpentin, air, alkohol, atau thinner yang mudah menguap. 

Berikut ini beberapa penjelasan dari masing jenis wood stain yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. 

  • Pigmented Oil Stains

Disebut juga dengan wood stain minyak yang memiliki pigmen, cara kerjanya tidak menembus ke dalam pori kayu. Biasanya terdiri dari pigmen yang dicampur dengan minyak biji rami, terpentin, thinner atau bahan pelarut serupa. Bentuknya biasanya adalah gel. 

Harganya tidak mahal dan relatif mudah untuk diaplikasikan kecuali pori kayu terlalu besar. Biasanya akan mengaburkan atau menutupi pola serat kayu. Wood stain ini tidak bekerja dengan baik pada jenis kayu keras tetapi dapat digunakan untuk sedikit menggelapkan kayu keras. 

Proses aplikasinya dengan diseka atau teknik wiping kemudian berhenti setelah mendapatkan warna yang diinginkan.  Intensitas warna yang dihasilkan dikendalikan oleh lamanya wood stain berada dalam permukaan kayu. 

Waktu pengeringan bisa berlangsung lama dan wood stain harus segera ditutup dengan top coat agar tidak muncul efek bleeding. Warna dapat memudar seiring dengan waktu. 

  • Penetration Oil Stains

Jenis wood stain yang dapat menembus ke dalam pori kayu ini sangat populer dan terdiri dari pewarna anilin yang dicampur dengan terpentin atau pelarut serupa. Harganya murah dan mudah untuk diaplikasikan sayangnya peresepan ke dalam kayu seringkali tidak merata. 

Alasan itulah yang membuat wood stain ini tidak berfungsi baik pada kayu keras dan paling baik diaplikasikan pada kayu pinus atau kayu lunak lainnya. Anda bisa menggunakannya untuk efek yang sedikit gelap pada kayu keras. 

Proses aplikasinya adalah dengan teknik wiping dan dihilangkan setelah warna yang didapatkan tercapai. Sifatnya yang menembus ke dalam permukaan kayu maka tidak ada lapisan coating yang terbentuk. 

  • Wood Stain NGR (Non-Grain-Raising) 

Jenis wood stain NGR terdiri dari pewarna anilin yang dicampur dengan alkohol dan thinner yang mudah menguap seperti metanol. Bahan ini sangat mahal dan sulit untuk diaplikasikan. Wood stain berbasis alkohol ini akan lebih mudah memudar jika tidak dilapisi dengan top coat berkualitas. 

Anda tidak bisa menggunakan shellac sebagai lapisan terakhir jika menggunakan jenis wood stain ini. Kualitasnya yang baik membuat wood stain NGR tidak mudah memudar dan bleeding sehingga menghasilkan warna yang lebih seragam. 

Menggunakan pelarut alkohol artinya wood stain akan sangat cepat kering. Anda harus mengaplikasikannya dengan cepat bahkan ketika menggunakan kuas. Aplikasi bahan yang tipis dan berulang untuk hasil terbaik tanpa tumpang tindih. 

Sangat direkomendasikan untuk kayu keras terutama yang memiliki pori kayu berukuran kecil dimana cat minyak tidak akan diserap dengan baik. Sebaiknya tidak menggunakan wood stain ini pada jenis kayu lunak. 

  • Wood stain water based

Bahan dasar water based yang diolah menjadi wood stain berbeda dengan jenis sebelumnya. Anda tidak akan menggunakan bahan pelarut alkohol dan thinner dan hanya menggunakan air. Bahan pelarut inilah yang membuat wood stain water based menjadi lebih murah. 

Kecepatan kering wood stain sangat tinggi dan menghasilkan warna yang sangat jernih. Karena keringnya cepat Anda harus cepat dalam mengaplikasikannya. Ketika Anda menggunakan wood stain water based mak sebaiknya gunakan top coat yang memiliki bahan sama. 

Warna yang dihasilkan tidak mudah pudar bahkan Anda bisa menggunakannya pada furniture outdoor seperti bangku taman, meja taman atau dekorasi outdoor lainnya. Anda bisa menggunakan aplikasi kuas, spray gun dan juga wiping. 

Cara Aplikasi Wood Stain Pilihan Terbaik untuk Pintu Utama

Pintu Kayu

Penerapan wood stain yang paling mudah bisa Anda lakukan pertama kali adalah pada pintu masuk. Pintu utama pada rumah memiliki fungsi yang penting dari angin, matahari dan kelembaban. 

Produk wood stain yang harus dipilih adalah yang tahan dari masalah tersebut sehingga warna tidak mudah pudar. Wood stain water based adalah pilihan yang tepat untuk memberikan perlindungan pada lantai kayu. 

Selanjutnya, wood stain juga harus dikombinasikan dengan polyurethane. Polyurethane modern mengandung perlindungan terhadap sinar matahari dan juga hujan hingga kelembaban. Lapisan keras yang terbentuk membuat pintu lebih tahan terhadap air. 

Jika Anda sudah menentukan warna wood stain apakah yang ingin digunakan, maka selanjutnya adalah proses aplikasinya. Berikut ini langkah -langkah mengecat pintu dengan wood stain dan polyurethane yang mudah. 

  1. Letakkan pintu di area berventilasi baik. Amplas menggunakan amplas 100 grit yang dibalutkan pada balok. Amplas kedua sisi pintu sampai halus. Bersihkan pintu dengan kain lembut.
  2. Campurkan wood stain dengan air kemudian aduk merata hingga warna bercampur rata. Ambil kuas kemudian oleskan searah serat kayu. Lakukan penguasan dari bagian pinggir pintu kemudian baru bagian tengah. 
  3. Diamkan pintu agar mengering setelah itu lihat hasil warnanya. Apakah Anda banyak bagian yang belum rata, cacat finishing seperti tetesan air, atau bintik kulit jeruk. Jika iya maka amplas permukaan kayu seluruhnya secara ambang dengan amplas nomor 400. 
  4. Aplikasikan wood stain sekali dan menghasilkan lapisan tipis agar tidak mempengaruhi hasil warna secara drastis. Diamkan pintu hingga kering kemudian perhatikan lagi warna yang didapatkan. Anda bisa mengulangi langkah aplikasi yang sama hingga mendapatkan warna yang diinginkan. 
  5. Selanjutnya adalah aplikasi polyurethane. Campurkan bahan dengan air sesuai petunjuk yang terdapat dalam kemasan. Aduk merata hingga tidak ada lapisan yang mengendap. 
  6. Ambil kuas yang baru dan kuaskan top coat dengan cara yang sama seperti aplikasi wood stain. Mulai dari bagian pinggir baru ke tengah dan harus searah serat kayu. Lanjutkan dengan proses pengeringan selama 24 jam. 

Ketika Anda menggunakan polyurethane penting untuk memperhatikan lapisan yang dibuat. Karena menggunakan cat water based maka lapisan yang dibentuk harus sangat tipis. Dengan begitu maka lapisan coating yang terbentuk akan sangat melindungi furniture. 

Wood stain water based harus selalu diaplikasikan dengan kuas berbulu sintetis atau nilon untuk mengurangi efek brush mark. Bahan nilon tidak akan terlalu menyerap air dan membuatnya menjadi lebih keras. 

Kuas dapat Anda gunakan beberapa kali dengan cara perawatan yang benar. Setelah menggunakannya langsung dicuci bersih dan keringkan. Khusus untuk aplikasi top coat sebaiknya Anda menggunakan kuas baru. 

Jangan gunakan kuas bekas yang memiliki wood stain atau cat warna yang menempel. Cat lama yang menempel pada kuas dapat mempengaruhi warna wood stain. 

Artikel "Finishing Kayu"

About Us

Catkayu.com merupakan web official untuk produk Biovarnish, bahan finishing kayu water based yang aman dan ramah lingkungan.

Biovarnish merupakan bahan finishing kayu berbahan dasar water-based acrylic dengan sistem aplikasi oles atau kuas, digunakan untuk finishing kayu interior / exterior seperti interior & eksterior furniture, wood building (gazebo, door, wall, pergola, pagar), toys and craft.

WA: 082219357399

©2015 - 2019 CatKayu.com - All Right Reserved.