Tips Aplikasi Wood Stain untuk Hasil Merata

Kusen kayu, kabinet kayu, dan juga proyek woodworking lainnya biasanya membutuhkan finishing berupa wood stain yang kemudian diikuti oleh lapisan coating bening yang melindungi. Lapisan bening ini disebut sebagai pernis atau top coat. 

Kecuali proyek kayu yang difinishing membutuhkan hasil warna transparan dan memperlihatkan kesan alami maka wood stain dan juga pernis menjadi pilihan yang terbaik. Wood stain dan juga pernis dapat digunakan untuk berbagai macam pekerjaan kayu. 

Mengaplikasikan wood stain biasanya dibutuhkan untuk mempertajam penampilan dari kayu. Penampilan kayu akan berubah khususnya untuk jenis kayu seperti kayu solid dan akan membantu meningkatkan warna kayu menjadi lebih terang. 

Artinya warna yang lebih terang pada kayu akan memperlihatkan juga kemahiran si pengrajin yang membuat proyek tersebut. Cat disisi lain biasanya sering digunakan untuk menutup cacat pada furniture kayu. 

Selain itu juga menutup permukaan kayu yang kurang ideal penampilannya. Biasanya dilakukan untuk menutup ketidaksempurnaan pada jenis kayu seperti pinus. Lalu apakah wood stain bisa meningkatkan penampilan furniture?

Hasil dari wood stain tidak bisa dijelaskan hanya melalui teori saja. Anda bisa mengetahui bagaimana cara kerjanya sambil melakukan pengecatan. Namun langkah pertama yang harus dicermati adalah jenis kayu cocok dengan warna wood stain yang dipilih. 

Apakah proyek tersebut ingin diperlihatkan sebagai pusat perhatian dalam ruangan? Jika kayu yang digunakan sangat baik untuk wood stain, misalnya saja seperti kayu cedar sebagai meja tamu. 

Maka sangat penting untuk memperlihatkan tampilan setiap sudut furniture secara terperinci. Anda mungkin tidak mempertimbangkan masalah sudut meja sehingga muncul masalah seperti sagging. 

Sebuah proyek kayu bisa disamakan dengan proyek mengecat sebuah dekorasi ruangan. Pengecatan membutuhkan ketelitian sehingga jika sebuah cacat finishing terlihat ketika kering Anda bisa langsung memperlihatkannya dan inilah yang sering terjadi pada wood stain. 

Perhatikan juga bentuk serta dari kayu. Pori kayu memiliki sifat menyerap wood stain secara berbeda dan inilah yang biasanya dapat meningkatkan minyak kayu. Jika minyak kayu sudah naik sulit untuk bisa memperbaikinya. 

Misalnya saja kayu walnut, penyerapannya akan lebih baik dibandingkan dengan kayu oak. Kayu walnut memiliki pori yang lebih rapat sehingga penyerapan wood stain bisa lebih merata. Dibandingkan dengan kayu oak yang ukuran porinya lebih besar. 

Jika cara menggunakan wood stain saja tidak semudah yang dibayangkan. Lalu langkah pertama apakah yang sebaiknya diikuti?

Memilih Jenis Wood Stain yang Tepat

Pada langkah pertama untuk mengecat dengan wood stain, memilih jenis bahan yang digunakan sangatlah penting. Ada puluhan merk wood stain yang terbuat dari berbagai jenis bahan. Manakah yang sebaiknya Anda beli? Belum lagi memilih warna dari puluhan merk tersebut. 

Bahan dasar dari wood stain ada dua yaitu pigmen dan dye wood stain. Sebagai dasar, pigmen stain biasanya mengandung bahan pewarna yang berasal dari alam. Sedangkan dye adalah pewarna yang terbuat dari garam laut. 

Ketika bahan tersebut dicampurkan dengan solvent maka akan menghancurkan menjadi molekul lebih kecil dan menjadi partikel pigmen. Artinya dye dapat memasuki ruang pada permukaan kayu yang tidak dapat dilakukan pigmen wood stain. 

Ada beberapa tipe wood stain yang beredar di pasaran. Berikut ini perbandingan beberapa jenis wood stain yang bisa Anda pilih. 

  • Solvent wood stain

Kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa wood stain yang tersedia hanyalah solvent. Wood stain jenis ini perlu dilarutkan dengan thinner dan bahan pelarut tersebut jug digunakan untuk membersihkan.

Kebanyakan solvent based stain menggunakan campuran pigmen dan juga dye dan beberapa hanya menggunakan dye saja. Cara aplikasinya bisa dengan di lap (wiping) atau dengan dikuas. 

  • Wood stain water based

Sesuai dengan namanya, water based wood stain menggunakan bahan dasar air sebagai binder dan minyak. Bahan ini lah yang membuatnya menjadi lebih mudah diaplikasikan and juga rendah toxic bahkan tidak berbau.

Water based wood stain tidak bisa memberikan ikatan dengan wood stain dari solvent. Jadi wood stain jenis ini tidak dapat diaplikasikan di atas bahan solvent. Mengingat proses aplikasinya lebih mudah maka persiapan yang dilakukan tidak terlalu sulit bahkan waktu pengecatan tidak membutuhkan waktu lama. 

  • Gel Stain

Wood stain ini memiliki bentuk gel dan hampir mirip seperti oil based stain. Sangat mudah dibersihkah dengan thinner. Proses aplikasinya lebih sulit dan jika tidak berhati-hati bisa menimbulkan efek rusak. 

Cara mengaplikasikannya adalah dengan di lap ke seluruh permukaan kayu. Mampu menghasilkan permukaan yang sangat halus. Biasanya sering digunakan untuk jenis kayu yang lunak seperti kayu pinus. 

Persiapan yang Tepat untuk Aplikasi Wood Stain

Banyak hasil yang rusak ketika seorang woodworker mempersiapkan kayu yang akan di finishing dengan terburu-buru. Tidak berhati-hati melakukan persiapan akan membuat lapisan coating di atasnya menjadi mudah rusak bahkan tidak menghasilkan tampilan yang rapi. 

Langkah pertama untuk menghasilkan wood stain yang rapi adalah mengamplas dengan cara teliti. Anda bisa memilih untuk menggunakan balok amplas atau mengamplas dengan mesin. 

Dimulai dengan pengamplasan secara progresif Anda bisa memilih jenis amplas yang memiliki ukuran tepat. Ketika Anda selesai melakukan pengamplasan sehingga permukaan halus tambahkan sentuhan terakhir dengan menggunakan amplas halus secara manual. 

Setelah pengamplasan selesai, mulailah dengan membersihkan kotoran bekas amplas. Lakukan dengan vakum untuk menyedot debu, ini adalah cara yang paling aman untuk membersihkan debu. 

Jika semua kotoran dan debu telah hilang, Anda bisa mengaplikasikan pre stain conditioner. Dalam hal ini cat dasar kayu juga dapat digunakan karena lebih mudah dicari. Cat dasar kayu adalah sanding sealer. 

Pastikan sanding sealer yang digunakan sesuai dengan jenis bahan wood stain yang diaplikasikan. Sanding sealer harus diaplikasikan secara merata sehingga tidak ada bagian yang blocking pada saat wood stain diaplikasikan. 

Setelah mengaplikasikan sanding sealer dan ditunggu kering, lakukan pengamplasan secara ambang dengan kertas amplas nomor 400. Bersihkan debu bekas pengamplasan dengan kain. 

Mengaplikasikan Wood Stain dengan Tepat

Wood stain dapat diaplikasikan dengan kuas dan ini adalah alat yang paling mudah didapatkan. Metode aplikasi bisa dipilih sesuai kemampuan dan setiap wood stain bisa saja cocok dengan alat tertentu. 

Wood stain solvent membutuhkan waktu kering yang lama dan di bawah sinar matahari. Proses aplikasinya bisa menggunakan kuas dengan bulu alami. Sedangkan untuk wood stain jenis water based harus menggunakan kuas bulu nilon yang halus. 

Proses pengeringan wood stain water based tidak perlu dijemur dibawah panas matahari. Dengan suhu ruangan wood stain akan mengering sempurna dan tidak menimbulkan cacat finishing. 

Warna stain yang lebih gelap bisa Anda dapatkan jika mengaplikasikan dua lapisan coating atau lebih. Syaratnya adalah jangan mengaplikasikan wood stain terlalu tebal setiap lapisannya. Terakhir setelah wood stain selesai, Anda bisa mengaplikasikan top coat. 

Artikel "Finishing Kayu"

About Us

Catkayu.com merupakan web official untuk produk Biovarnish, bahan finishing kayu water based yang aman dan ramah lingkungan.

Biovarnish merupakan bahan finishing kayu berbahan dasar water-based acrylic dengan sistem aplikasi oles atau kuas, digunakan untuk finishing kayu interior / exterior seperti interior & eksterior furniture, wood building (gazebo, door, wall, pergola, pagar), toys and craft.

WA: 082219357399

©2015 - 2019 CatKayu.com - All Right Reserved.